Kadisbud Sulbar Apresiasi Pelaksanaan Pameran Karya SMK Negeri 1 Mamuju

MAMUJU – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisbud) Provinsi Sulawesi Barat, Dr.H.Mithhar Thala Ali, S.Pd, M.Pd, turut memberikan apresiasi tinggi atas terlaksananya kegiatan Pameran Karya (P5) dan Pekan Olahraga Seni (Porseni) di SMK Negeri 1 Mamuju.

“Penghargaan tinggi patut diberikan kepada SMK Negeri 1 Mamuju atas terselenggaranya kegiatan ini. Itu artinya, sekolah ini sudah memulai menyiapkan kompetensi dasar atau Sumber Daya Manusia (SDM) peserta didik yang unggul dan profesional dimasa depan,” kata Kadisdikbud Provinsi Sulawesi Barat, Dr.H
Mithhar saat membuka kegiatan Pameran Karya yang digelar di pelataran SMK Negeri 1 Mamuju, Rabu, 6/12/2023.

Menurut Mithhar, secara hirarki maka alumni SMK itu diharapkan mampu menciptakan peluang usaha dan bahkan bisa menjadi top leadership dalam usaha yang ia bangun setelah lulus dari sekolah ini.

“Jika alumni SMK mendapatkan ilmu pengetahuan yang cukup dan punya kepribadian yang baik, maka jalan untuk menciptakan peluang usaha akan terbuka selebar-lebarnya. Inilah yang kita harapkan dari pelaksanaan kegiatan pameran karya hari ini,” ucap Mithhar yang juga mantan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Majene.

Mithhar menyebutkan, pameran karya dan Porseni tentu sejalan dengan program Merdeka Belajar yang dicanangkan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi.

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau yang dikenal dengan sebutan P5 merupakan kegiatan kokurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila yagg disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan.

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan pembelajaran lintas disiplin ilmu dalam mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitar untuk menguatkan berbagai kompetensi dalam profil pelajar Pancasila.

“Hasil produksi usaha mikro yang dikembangkan di sekolah ini harus kita tangani secara profesional. Minimal, hasil karya itu mendapatkan pengakuan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Dengan demikian, produksi hasil usaha itu layak untuk diedarkan di masyarakat,” ujar Mithhar.***

Advedtorial
Penulis Acho Antara
Editor Redaksi

Rekomendasi Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button