Rabu , Februari 26 2020
Home / Hukum / Kasek Bantah Kadis Pendidikan Kendalikan Proyek SMA Allu

Kasek Bantah Kadis Pendidikan Kendalikan Proyek SMA Allu

Mamuju – Diduga kuat Kadis Pendidikan Dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Barat, H Arifuddin Toppo, ikut mengendalikan proyek pembangunan Ruang Praktek Sisw (RPS) SMK Negeri Allu, Kecamatan Mombi, Kabupaten Polman.

Berdasarkan hasil investigasi Tim Mediasulbar Di Polman, Selasa,(24/9) ditemukan bahwa proyek pembangunan RPS dengan pagu 764 juta rupiah ini dikendalikan langsung Kadis Pendidikan melalui adik kandungnya selaku eksekutor lapangan atau Pihak Kontraktor.

Jabatan yang melekat selaku orang pertama pada Dinas Pendidikan Sulbar ditengarai telah dimanfaatkan guna memberi akses besar terhadap adik kandungnya untuk mendapatkan proyek DAK (Dana Alokasi Khusus) maupun DAU (Dana Alokasi Umum) tahun anggaran 2019.

Salah satu proyek yang dikendalikan adik kandung Kadis Pendidikan ini merupakan bukti bahwa telah terjadi penyalahgunaan wewenang serta pemufakatan atau persekongkolan jahat pada kegiatan proyek proyek yang ada di Dinas Pendidikan Sulbar.

Persekongkolan jahat itu dikuatkan adanya dugaan setoran fee pada proses pencairan tahap pertama oleh rekanan yang diterima Kadis Pendidikan Sulbar.

Karena itu, aparat penegak hukum Kejaksaan maupun Tipikor Polda Sulbar agar segera memeriksa Kadis Pendidikan Sulbar atas kasus proyek pembangunan SMA Tutallu yang syarat terjadi praktek KKN (Kolusi, Korupsi dan Nepotisme).

Sementara Kepala SMK Negeri Alu, Ridwan membantah jika proyek pembangunan RPS dikendalikan langsung Kadis Pendidikan Sulbar.

“Tidak benar itu pak, saya hanya meminta tolong kepada adik Kadis menyewa alat berat untuk pekerjaan cattingan. Selebihnya, tidak ada urusan lain, “katanya.

Sebentar Kadis Dikbud Sulbar, Arifuddin Toppo yang dikonfirmasi via whatsapp hanya menjawab untuk berkomunikasi dengan pihak sekolah. (tim/aco).

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti dengan serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saya ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab menyapa nama saya Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Co. Id, sebagai jembatan untuk mendapatkan informasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. Co. Id jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!