Rabu , Februari 26 2020
Home / Hukum / Kasus Korupsi Dana Desa, Kejari Panggil 9 Saksi

Kasus Korupsi Dana Desa, Kejari Panggil 9 Saksi

Ilustrasi Korupsi

“Dari sembilan saksi yang kami panggil itu, enam orang di antaranya telah menemui penyidik dan telah memberikan keterangan,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Sampang Edi Sutomo, seperti dikutip Antara, Sabtu (26/10/2019).

Sedangkan, tiga saksi lainnya akan dilakukan pemeriksaan pada Senin (27/10) untuk melengkapi berkas. Hingga kini laporan adanya dugaan kasus korupsi di Desa Sokobanah Daya, Kecamatan Sokobanah, Sampang itu masih dalam tahap mengumpulkan bahan keterangan (pulbaket).

Menurut Edi, dari enam orang yang telah dimintai keterangan itu, di antaranya adalah Kepala Desa Sokobanah Daya dan bendahara desa.

Kasus dugaan korupsi dana desa di Desa Sokobanah Daya, Kecamatan Sokobanah yang kini diselidiki Kejari Sampang atas laporan masyarakat desa setempat itu merupakan dana desa tahun 2018 dengan nilai total anggaran Rp589 juta lebih.

Dana sebesar itu digunakan untuk pembangunan saluran irigasi pertanian di Dusun Lebak, Desa Sokobanah Daya, tetapi pengerjaannya diduga asal-asalan, karena hanya dalam hitungan bulan, sebagian dari proyek itu sudah rusak.

Kasus dugaan korupsi proyek pembangunan irigasi di Dusun Lebak, Desa Sokobanah Daya, Kecamatan Sokobanah, Sampang, Jawa Timur, tersebut dilaporkan masyarakat ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang pada 15 Maret 2019.

Para pelapor sempat memprotes lambatnya penyelidikan kasus itu ke Kejari Sampang. Namun, Kasi Pidsus Edi Sutomo menjelaskan, hal itu terjadi, karena pihaknya ekstra hati-hati dalam melakukan penyelidikan.

“Semua kasus yang dilaporkan masyarakat kepada kami pasti akan kami tindaklanjuti, dengan catatan harus cukup bukti,” katanya menjelaskan.(lpt. 6)

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti dengan serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saya ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab menyapa nama saya Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Co. Id, sebagai jembatan untuk mendapatkan informasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. Co. Id jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!