Kamis , Juli 2 2020
Home / Hukum / Kejari Mamuju Cermati Kasus Blt Desa Taan

Kejari Mamuju Cermati Kasus Blt Desa Taan

 

Mamuju – Pihak Kejaksaan Negeri Mamuju, Sulawesi Barat mengaku baru mulai cermati kasus dugaan pemotongan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa Taan atas laporan Badan Advokasi Investigasi Nasional Hak Azasi Manusia Republik Indonesia (Bain HAM RI).

“Laporan Bain Ham-RI yang telah dilimpahkan pihak Kejati Sulbar, telah ada di meja kami. Yach…kami mulai cermati kasus iti,” kata Kejari Mamuju, Ranu Indra yang dikonfirmasi via telpon, Kamis, 11/6.

Menurutnya, ditengah kondisi pandemi Virus Corona maka tidak bisa dipercepat. Namun hal itu, akan dipelajari dan didalami kasus pemotongan BLT dengan dalil pemerataan.

“Sabar saja dulu yach, kami pelajari dulu kasusnya. Apalagi ini musim corona. Jadi sabar yach,” kata Kejari Mamuju.

Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Sulawesi Barat, akui telah melimpahkan berkas laporan Bain Ham ke Kejari Mamuju untuk dilakukan proses lebih lanjut.

“Berkas laporan Badan Advokasi Investigasi Nasional Hak Azasi Manusia Republik Indonesia (Bain Ham RI) telah kami limpahkan ke Kejari Mamuju sejak seminggu yang lalu. Ini sesuai perintah Kejati untuk ditindaklanjuti. Jadi kami bersurat ke Kejari Mamuju sesuai laporan teman teman Bain Ham-RI,” kata Adpidsus Kejati Sulbar, Feri Mupahir, SH, MH.

Menurutnya, proses tindaklanjut pasti segera dilaksanakan oleh pihak Kejari Mamuju sejauh mana penanganannya.

“Pak Kejari akan melaporkan sejauh mana perkembangan terkait kisruh BLT di desa Taan ke Kejati. Jadi, teman teman bisa ke Kejari Mamuju untuk melihat perkembangan atas laporan Bain Ham,” saran Adpidsus ini.

Sebelumnya Koordinator Bain Ham-RI Sulbar, Basri mengakui, berkas laporan ini dilayangkan ke Aparat Penegak Hukum sejak beberapa hari lalu.

“Kita akan kawal laporan ini. Nanti kami akan temui Kejari Mamuju guna menanyakan langkah kongkrit terkait laporan itu. Gerakan ini murni bentuk perhatian dan perjuangan membela kaum lemah yang merasa haknya diabaikan oleh pemerintah desa,” kata M Basri.***

Penulis Acho Antara

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti dengan serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya milih hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saat itu ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab mengenal nama saya dengan sapaan Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Com dibaeah naingan PT Media Sulawesi Barat, sebagai jembatan untuk menyalurkan informasi, edukasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. Com jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah di Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!