Kejari Mamuju Tak Pernah Surut Tangani Kasus Dugaan Korupsi

Mamuju – Jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, nyatakan tak pernah surut untuk menangani setiap laporan masyarakat tindak pidana korupsi.

“Aduan atau laporan pelanggaran pidana korupsi tetap kami tindaklanjuti. Tetapi, laporan itu seharusnya dilakukan secara tertulis. Harus jelas pelapor dan yang dilaporkan,” kata Kejari Mamuju, Andi Muh. Hamka, SH saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 17/4.

Karena itu kata Kejari, agar setiap aduan atau laporan agar mengikuti protap yang disertai bukti aduan agar proses penanganannya bisa lebih cepat.

Terhadap informasi yg diperoleh terkait dugaan korupsi penggunaan dana desa Tanete Pao kata dia, baru sebatas informasi juga telah ditelusuri oleh tim jaksa penyelidik. Bahkan, jajarannya sempat ke daerah itu. Namun, kondisi medan yang tak bisa dilalui kendaraan roda empat biasa dikala hujan waktu itu, memaksa kami urung ke daerah itu.

“Naif juga bila kami dianggap mandul. Jajaran kami telah bersusah payah ke lokasi tetapi medan nya sangat sulit. Segalanya butuh proses sehingga harus menunggu moment tepat terhadap penanganan kasus korupsi,” ujarnya.

Hamka menambahkan, ukuran keberhasilan Kejaksaan tidak bisa dinilai dari jumlah atau angka kasus korupsi yang ditangani. Jika angka kasus korupsi tinggi maka ada dua hal yang harus di benahi yakni mental aparatur serta sosialisasi pencegahan hendaknya gencar dilaksanakan disetiap daerah.

“Selama ini pemerintah lebih mengedepankan pencegahan tindak pidana korupsi. Bahkan KPK pun telah dua kali bertandang ke Mamuju Sulbar untuk sosialisasikan pencegahan korupsi. Nah, jika masih banyak oknum berbuat korupsi maka perlu mereformasi mental aparatur negara,” ucap Hamka. (Acho)

Rekomendasi Berita

Back to top button