Kamis , Juli 2 2020
Home / Daerah / Kisruh BLT di Taan, Kades Ngaku Itu Untuk Rakyat

Kisruh BLT di Taan, Kades Ngaku Itu Untuk Rakyat

Mamuju, Polemik pemotongan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang terjadi di Desa Taan Kecamatan Tappalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, kini jadi sorotan publik.

Kepala Desa Taan, Rahmat Kasim, melalui siaran persnya yang diterima, Sabtu (23/5), mengklarifikasi terkait kisruh pembagian BLT di desanya itu.

“Setiap saat, Kami berpikir untuk rakyat. Alokasi dana BLT itu tidak cukup untuk memenuhi semua warga yang terdampak covid ini.

Rahmat berdalih beberapa warga yang menerima BLT dana desa tersebut membagikan ke keluarganya yang lain dengan alasan pemerataan.

“Berangkat dari kepedulian dan ingin berbagi, maka penerima BLT membagi dua dengan saudaranya masing-masing menerima sebesar Rp 300 ribu,” kilahnya.

Kades Taan yang dikonfirmasi ulang melalui group Kotak Publik via WhatsApp pada Sabtu dini hari, (23/5), terkait apakah kebijakan pemotongan BLT itu sebelumnya dikomunikasikan dengan bipati Mamuju? Namun tak dijelaskan secara detail. “Silakan lanjut keranah hukum, jika tak terbukti maka saya lapor balik pencemaran nama baik dan saya akan lapor ke dewan pers,” begitu ancaman pak Kades.

Sebelumnya Koordinator Bain Ham Sulbar, Basri menyebut, pemotongan BLT dilakukan oleh oknum aparat desa setempat berdasrkan keterangan warganya sendiri.

Basri menguraikan, alasan pemerataan tak bisa dirasionalkan. Sebab, sebelum disalurkan dana itu maka diawali musyawarah desa terkait calon penerima BLT.

Kemudian, kata dia sistem proses pendataan seperti apa? Jangan sampai, alasan pemotongan untuk pemerataan hanya kedok memanfaatkan uang rakyat untuk dikorupsi.

“Kita akan bawa masalah ini ke aparat hukum. Biarlah pihak yang berwajib menuntaskan permasalahan ini yang saat ini jadi trending topik di sosial media (Sosmed) akhir akhir ini,” terang Basri.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sulawesi Barat, Lukman Umar, mengatakan pihaknya telah menerima laporan terkait kisruh Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa di Desa Taan, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju. Beberapa warga mengaku hanya menerima BLT sebesar Rp 300 ribu, sedangkan nilai yang ditandatangani sebesar Rp 600 ribu.

“Setahu saya, sudah ada yang datang melaporkan kepada kami,” ungkap Lukman, Jumat (22/5).

Menurutnya, tindakan yang dilakukan Kepala Desa Taan, Rahmat Kasim, merupakan suatu kekeliruan karena tidak ada dalam aturan pemotongan pembayaran BLT, meskipun berdalih untuk pemerataaan karena bisa berdampak pada proses hukum.

“Semestinya kalau saya jadi kepala desa, konsultasi dulu ke pihak Kejaksaan atau kepolisian, apakah mungkin melakukan itu sebelum melakukan tindakan. Itu jauh lebih bijak, karena tidak semua yang baik itu benar, tapi kalau benar sudah pasti baik,” ujar Lukman.

Dia mengimbau para kepala desa yang menyalurkan BLT untuk benar-benar tepat sasaran dan transparansi dalam penyalurannya. Sebab, anggaran tersebut untuk rakyat yang terkena dampak COVID-19 dan harus dipertanggungjawabkan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.

“Ombudsman membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan jika penyaluran bantuan di tengah pandemi ada kejanggalan maladministrasi,” ucapnya.***

Penulis: aco/bsr

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti dengan serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya milih hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saat itu ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab mengenal nama saya dengan sapaan Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Com dibaeah naingan PT Media Sulawesi Barat, sebagai jembatan untuk menyalurkan informasi, edukasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. Com jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah di Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!