Kosgoro Sulbar Gerak Tiada Henti

Jakarta – Ketua Dewan Pimpinan Kosgoro (DPK) Daerah Provinsi Sulawesi Barat, H Anwar Adnan Saleh mengatakan,  konsolidasi kader disetiap level pengurus tetap bergerak tiada henti ditengah situasi politik yang kian “memanas” dalam rentang waktu beberapa tahun terakhir di daerah itu.

Tak bisa dipungkiri tensi dan kondisi politik di wilayah Sulbar memang terasa pasang surut.  Mengapa bisa terjadi?  Itu akibat benturan politik di tubuh partai beringin dalam menghadapi momentum politik. Kondisi itu tentu ikut mempengaruhi intensitas konsolidasi kader Kosgoro sendiri.

“Kosgoro merupakan organisasi yang melahirkan partai Golkar. Meski saya dipecat dari ketua DPD Golkar Sulbar akibat benturan pilihan politik di Pilpres, namun saya tak bisa dipisahkan dari Kosgoro, ” kata Anwar Adnan Saleh pada

acara Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Kosgoro di Hotel Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (12/12/2017).

Tokoh yang hadir di antaranya Ketua Dewan Pembina Golkar sekaligus presiden ke-3 RI, BJ Habibie; Ketum Kosgoro Agung Laksono; Waketum Kosgoro Airlangga Hartarto; Plt Ketum Golkar Idrus Marham; dan Ketua DPP Golkar Zainudin Amali.

Anwar mengisahkan,  eksitensi dan solidaritas Partai Golkar di Sulbar sempat mengalami masa keemasan.  Itu dibuktikan dengan capaian pada setiap perhelatan  pesta demokrasi yang berlangsung di enam kabupaten yang ada di Sulbar.

” Golkar sempat berjaya. Itu bisa diukur dengan capaian dukungan Golkar yang sukses memenangkan seluruh Pilkada di enam kabupaten dan termasuk memenangkan Pilgub.  Setelah saya didepak dari Golkar, maka saat itu juga kekuatan partai berlambang pohon beringin mulai surut.  Faktanya,  Usungan Golkar di Momentun Pilkada Mamuju dan Pilgub Sulbar pun akhirnya tumbang,” kata AAS sapaan populer Anwar Adnan Saleh.

Pelaksanaan Mukernas Kosgoro sekarang ini menitikberatkan pada tiga pilar utama yakni pengembangan perekonomian rakyat,  pengembangan pendidikan dan Sumber Daya Manusia (SDM)  dan program pengembangan dan pendayagunaan potensi politik anggota.

Karena itu kata AAS,  konsolidasi organisasi harus berjalan tiada henti baik secara vertikal yang berjenjang hingga tingkat basis kecamatan,  desa/lurah maupun hingga menyentuh seluruh sendi kehidupan masyarakat.

“Kita tetap mendorong Musda Kosgoro di Sulbar akan kita gelar di akhir Januari 2018. Hal ini penting guna menghadapi tahun politik yakni pilkada serentak, pemilihan legislatif hingga pelaksanaan Pilpres yang akan datang. Kita berharap, Kosgoro kedepan mampu mengambil peran penting disetiap momentum politik, ” ujar AAS.

Mukernas Kosgoro yang dihadiri elit politiik nasional ini tentu mengundang perhatian publik di Sulbar. Apakah ini sinyal positif tokoh kharismatik Anwar Adnan Saleh akan kembali dipercayakan menahkodai partai beringin di Sulbar atau partai ini dikendalikan istrinya Enny Anggraeni Anwar.  (acho)

 

Rekomendasi Berita

Back to top button