Kamis , Juli 2 2020
Home / Hukum / KPK Respon Keluhan Bain Ham Sulbar Terkait Dugaan Korupsi BLT

KPK Respon Keluhan Bain Ham Sulbar Terkait Dugaan Korupsi BLT

Mamuju – Kepala Koordinator Wilayah V Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK), Budi Waluyo merspeon baik atas keluhan Badan Advokasi Investigasi Nasional Hak Azasi Manusia Republik Indonesia (Bain Ham RI) Sulawesi Barat, terkait dugaan kejahatan perbuatan korupsi penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) yang terjadi di daerah.

“Kami pertanyakan keseriusan KPK terkait pencegahan dan penangan kejahatan praktek dugaan korupsi BLT efek krisis ekonomi wabah corona. Kemarin, kami rela berpanas-panasan turun ke desa untuk memantau penyaluran bantuan sosial. Kami temukan adanya dugaan penyimpangan penyaluran BLT di desa. Itu tidak main-main, pemotongan itu 50 persen. Hal itu juga telah kami laporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH). Namun beragam alasan sehingga rupanya tak pernah memanggil oknum aparat desa yang telah dilaporkan,” kata Koordinator Bain Ham Sulbar, M.Badri dalam dialog interaktif yang digagas TVRI dengan menghadirkan Sekprov Sulbar, BPKP serta KPK RI pada Rabu, 17/6.

M Basri membeberkan bahwa laporan yang ditujukan ke Kejati Sulbar dilengkapi alat bukti berupa hasil wawancara dengan warga yang mengaku hanya menerima BLT senilai Rp300 ribu, walaupun secara administrasi warga menandatangani sebesar Rp600.000. Termasuk tandatangan warga yang siap memberikan keterangan kepada penyidik jika dibutuhkan. Tapi, kami kecewa pak karena belum ada kemajuan atas laporan itu,” beber Basri.

Karena itu kata Basri, lembaga KPK diharapkan keseriusannya untuk memberantas kejahatan praktek dugaan korupsi BLT ditengah anak bangsa menghadapi krisis ekonomi yang begitu besar.

Sementara itu, Kepala Koordinator Wilayah V Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK), Budi Waluyo berjanji akan segera melakukan koordinasi untuk merespon segala aduan masyarakat terkait kejahatan praktek dugaan korupsi BLT.

“Saat ini KPK telah membentuk tim unit pengaduan masyarakat. Pak Basri bisa melalui jalur itu. Insya Allah, kami akan merespon hal itu. Saat ini, kami pun selalu berkoordinasi dengan BPKP terkait penggunaan anggaran penanganan covid di setiap daerah,” ujar Budi Waluyo dalam dialog interaktif yang dipandu presenter hebat Melda Adhyanti itu.

Budi Waluyo mengaku, kasus bansos BLT sangat rawan terjadinya praktek kejahatan perbuatan tindakpidana korupsi, sehingga semua pihak harus melakukan pengawasan di daerah.***

Penulis Acho Antara

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti dengan serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya milih hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saat itu ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab mengenal nama saya dengan sapaan Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Com dibaeah naingan PT Media Sulawesi Barat, sebagai jembatan untuk menyalurkan informasi, edukasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. Com jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah di Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!