LAKIP: Pemimpin Sulbar Tak Boleh Terapkan Manajmen “One Man Show”

Mamuju – Mengukur keberhasilan dan kegagalan suatu pemimpin didaerah tidaklah begitu sulit. Rakyat bisa melihat sejauh mana kinerja yang dilakukan selama pemimpin itu diberikan amanah oleh rakyat.

Kali ini, Lembaga Pengawasan Kinerja Pemerintah dan Aparatur Negara (LAKIP) RI kembali mengingatkan agar pemerintah provinsi Sulbar dalam hal ini gubernur agar tidak menerapkan pola manajmen pemerintahan “One Man Show”.

Dalam sebuah perusahaan yang sangat bagus maka tingkat keberhasilan itu tercermin dari meningkatnya Omzet Perusahaan dan bertambahnya Asset Pemilik Saham Perusahaan.

Begitupun pada tataran birokrasi juga akan terlihat capaian proses pembangunan di daerah dari berbagai sektor.

Karena itu kata dia, gubernur dalam mengelola petusahaan ini agar tidak mengambil keputusan sendiri-sendiri, tetapi harus memaksimalkan semua potensi yang ada mulai dari wakil gubernur, sekprov, pimpinan OPD dan bahkan mitra kerjanya di DPRD.

“Gubernur harus mampu bersinergi yang baik dengan seluruh perangkat yang ada. Gak boleh, segala sesuatunya diputuskan dan ditetapkan oleh seorang gubernur, ” pesan Aldin.

Pemerintahan yang baik kata dia, maka kontak alur gagasan dari seluruh perangkat yang ada harus menjadi pertimbangan dalam mengambil sebuah kebijakan.

“Intinya, gubernur gak boleh terapkan “Manajemen One Man Show”,” tandasnya lagi.

Manajmen pemerintahan yang baik maka gubernur harusnya lebih cepat membuat semua orang bekerja dengan All Out, bukan dengan One Man Show atau pertunjukan dirinya sendiri.

“Kita telah memasuki awal tahun ini maka sejatinya pemerintah mulai bekerja cepat agar realisasi anggaran terserap dengan baik, tepat sasaran dan tepat guna ” jelasnya.(acho)

Rekomendasi Berita

Back to top button