Sabtu , Maret 28 2020
Home / Daerah / Legislator PDI-P Pasangkayu, Lukman Said Terus Berjuang Pengangkatan Honorer

Legislator PDI-P Pasangkayu, Lukman Said Terus Berjuang Pengangkatan Honorer

Balikpapan – Legislator Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kabupaten Pasangkayu, Lukman Said, saat ini terus berjuang dengan cara mendesak pemerintah segera mengangkat tenaga honorer menjadi Pegawai negeri Sipil (PNS). Hal itu dinilai sesuai dalam Revisi Undang-Undang (RUU) tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Ketua Adkasi, Lukman Said saad memberikan cendramata pada moment ulang tahun wapres, Ma’ruf Amin di Jakarta, belum lama ini. Foto:dok
“Saat ini kita tak pernah berhenti menyuarakan aspirasi dari daerah untuk bisa mengangkat tenaga honorer jadi ASN. Kita bermunajat, pemerintah pusat segera mengesahkan undang-undang, merevisi undang-undang tentang ASN yang mewajibkan kepada pemerintah untuk mengangkat semua tenaga honorer yang memenuhi syarat. Selama ini kan pemerintah tidak punya payung hukumnya, dan tampaknya bisa disepakati pada paripurna masa sidang ini,” kata ketua Asosiasi DPRD Seluruh Indonesia (Adkasi), Lukman Said via pesan singkatnya, Sabtu, (14/3).

Menurut Politisi senior PDIP ini, jika Revisi UU ASN sudah disetujui Pemerintah, maka tidak ada alasan lagi untuk mengabaikan pengangkatan honorer menjadi PNS. Dan ada waktu lima tahun bagi pemerintah untuk merealisasikan undang-undang tersebut dalam kebijakan.

“Jika sudah sah, maka payung hukum itu sudah ada, tinggal masalahnya di anggaran. Dalam undang-undang itu masa transisinya lima tahun. Jadi tidak ada alasan lagi pemerintah untuk tidak menggunakan tenaga honorer, dengan alasan tidak ada payung hukum. Tinggal masalah keuangannya,” ungkapnya lagi.

Dia mengatakan soal tenaga honorer, informasi yang dia terima maka jumlahnya di Sulbar memang masih cukup besar.

Karena itu, Lukman yang diwacanakan bertarung di Pilkada Pasangkayu tahun ini berharap, para tenaga honorer tidak berkecil hati dan bisa bersabar menunggu pengangkatan menjadi ASN**

.(**aco01)

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti dengan serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saya ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab menyapa nama saya Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Co. Id, sebagai jembatan untuk mendapatkan informasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. Co. Id jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!