Minggu , September 20 2020
Home / Daerah / Lima Program Prioritas AST-Aris Jika Diberi Amanah

Lima Program Prioritas AST-Aris Jika Diberi Amanah

 

Majene – Bakal calon bupati dan wakil bupati Majene, Sulawesi Barat, Andi Sukri Tammalele dan Arismunandar Kalma (Ast-Aris), bersama Koalisi Kerja untuk Perubahan telah mendeklarasikan kesiapannya untuk berkompetisi di pilkada Majene 2020.

Genderang kompetisi telah ditabuh sebagai momentum awal untuk merebut simpati dari masyarakat. Tentunya. Ide sebuah gagasan dari bakal calon tentu akan menjadi pembanding oleh masyarakat yang akan mencari pemimpin mereka lima tahun kedepan.

Dimomentum politik sekarang ini tentu bukan pertarungan untuk saling menjatuhkan sesama kandidat. Bagi Koalisi Kerja Untuk Perubahan tentu menginginkan sebuah kompetisi ini dengan santai, santun dan damai.

“Mari jaga solidaritas dan kedepankan sikap yang demokrat dalam memenangkan hati nurani rakyat,” kata Andi Sukri Tammalele sebelum mengikuti tahapan pendaftaran selaku peserta Pilkada di Majene, Jum’at, 4/9.

Dengan demikian kata dia, bakal calon pasangan Ast-Aris memiliki sikap optimisme bisa merubah wajah kota Majene menjadi kota yang sejuk dikungjungi.

Sementara itu bakal calon wakil bupati Majene, Arismunandar Kalma, juga berpendapat sama bahwa potensi sumber daya alam cukup melimpah untuk dikelola buat memarmurkan masyarakat Majene. Bersama AST ARIS, di hadapan kita membentang masa depan Majene. Sesuai dengan visi misi yang dirancang untuk perubahan, perbaikan dan kemajuan Majene,” urainya.

Untuk diketahui kata Arismunandar telah meramuh atau menyusun konsep program unggulan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Majene.

Adapun program pertama yang perlu diperhatikan adalah pengendalian harga-harga kebutuhan pokok.
Tak boleh lagi terjadi, pada momentum dan situasi tertentu terjadi lonjakan harga kebutuhan bahan pokok yang tidak terkendali. Hal mana yang kemudian mengakibatkan berkurangnya kemampuan daya beli masyarakat.

Kemudian yang kedua kata dia, perluasan lapangan kerja guna mengurangi tingkat pengangguran.

“Pengangguran dan ketiadaan lapangan kerja telah menyebabkan kesulitan ekonomi bagi warga. Itu juga mendorong terjadinya penurunan kesejahteraan, turunnya kualitas hidup warga serta munculnya tindakan kriminalitas dan pelbagai problem sosial masyarakat.
Perlu didorong upaya progresif menciptakan lapangan kerja terutama di sektor-sektor ekonomi kreatif dan wirausaha mandiri,” urainya.

Ketiga, pembangunan infrastruktur yang merata dan berwawasan lingkungan. Kedepa, tidak boleh lagi ada kesenjangan konektivitas dan pelayanan antara kawasan pesisir dan pedalaman Majene yang diakibatkan oleh buruknya pembangunan infrastruktur. Jalan dan jembatan harus dibangun dan atau diperbaiki agar transportasi lancar antar seluruh kawasan di Majene. Tentu dengan memperhatikan dampak terhadap lingkungan agar tidak terjadi kerusakan.

Dengan demikian, diharapkan berdampak positif pada kesejahteraan dan peningkatan aktivitas ekonomi warga di pesisir maupun pedalaman.

Keempat, pembangunan ekonomi yang bertumpu pada pemberdayaan potensi lokal. Harus didorong upaya pembangunan ekonomi yang memprioritaskan produk lokal, SDM lokal dan industri lokal. Keberadaan Majene yang strategis sebagai kawasan penyangga calon ibukota baru RI di Kalimantan Timur harus dijemput dengan baik, cepat dan tepat.

Kelima, percepatan peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.
Sektor pendidikan dan kesehatan harus menjadi perhatian utama untuk diperbaiki dan ditingkatkan. Baik dari segi kualitas infrastruktur, pelayanan, SDM, manajemen dan tata kelola.

“Komitmen tersebut diatas menjadi bagian utama dan unggulan dari visi misi kami. Akan diwujudkan apabila mendapatkan amanah dari Allah dan rakyat Majene sebagai Bupati dan Wakil Bupati Majene periode 2021 – 2026 kelak,” tukasnya.***

Penulis Acho Antara

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti dengan serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya milih hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saat itu ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab mengenal nama saya dengan sapaan Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Com dibaeah naingan PT Media Sulawesi Barat, sebagai jembatan untuk menyalurkan informasi, edukasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. Com jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah di Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!