Kamis , Mei 13 2021
Home / Daerah / Luka Serius Usai Duel Parang, Dua Warga Polewali Mandar Dilarikan ke RS

Luka Serius Usai Duel Parang, Dua Warga Polewali Mandar Dilarikan ke RS

Polman – Duel parang antara dua warga terjadi di Desa Banato rejo Kec. Tapango, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, Senin (12/4/2021). Akibatnya, keduanya menderita luka serius dan saat ini menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Kapolsek Tapango, Ipda Taufiq Murawanto, menjelaskan peristiwa tersebut berawal saat Suwito (49 tahun) mendatangi rumah Sarino (50) dengan maksud menantang anak Sarino, Jaya Saputra (18), untuk duel parang.

Tantangan tersebut terdengar oleh Sarino yang langsung keluar dari rumah sambil membawa parang terhunus. Sarino lalu memarangi Suwito hingga terluka. Anak Sarino, Jaya Saputra, juga diketahui sempat mencoba melakukan pemarangan, namun tidak mengenai tubuh Suwito.

“Sesudah diparangi, Suwito yang terdesak langsung meninggalkan rumah Sarino dengan kondisi terluka,” ungkap Taufiq, kepada wartawan, Selasa (13/4/2021).

Dia menambahkan, Suwito yang merasa terdesak dan terus dikejar memberikan perlawanan dengan mengayungkan parang ke arah arah Sarino dan ditangkis menggunakan tangan.

“Setelah Sarino kembali ingin memarangi Suwito, masyarakat setempat langsung memisahkan keduanya dan dibawa ke Puskesmas untuk jalani perawatan karena menderita luka,” ujar Taufiq.

Dia menduga, duel parang antara dua warga itu dipicu dendam lama.

“Motif terjadinya penganiayaan tersebut diduga dendam lama. Berawal dari aksi pemukulan terhadap anak Sarino dilakukan anak Suwito yang terjadi beberapa bulan yang lalu,” jelasnya.

Karena mengalami luka serius, Suwito dan Sarino saat ini mendapatkan perawatan medis di RSUD Polewali Mandar. Sementara barang bukti berupa parang yang digunakan keduanya saat bertikai diamankan polisi sebagai barang bukti.**

 

Penulis Release

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya milih hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saat itu juga ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab mengenal nama saya dengan sapaan Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Com dibawah naungan PT Media Sulawesi Barat, sebagai jembatan untuk menyalurkan informasi, edukasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. com jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah di Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!