Majene Belajar Food Estate Temanggung Untuk Topang Pangan IKN

Temanggung – Keberhasilan Kabupaten Temanggung dalam program Food Estate atau lumbung pangan mendorong Kabupaten Majene untuk belajar program andalan Presiden Jokowi tersebut, Selasa (22/3/2022). 

Bupati Majene, Andi Achmad Syukri Tammalele memimpin langsung rombongan yang terdiri dari Kades, Lurah dan petani sebanyak 60 orang ke area food estate di Lereng Gunung Sindoro di Desa Bansari, Kecamatan Bansari, Temanggung. Rombongan diterima Sekretaris Daerah Harry Agung Prabowo.

Sekda mengatakan, lahan 300 hektare food estate di Temanggung ditanami cabai, bawang merah, bawang putih dan kentang industri. Hasilnya bagus dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

“Lahan food estate milik petani dan sebagian bengkok perangkat desa,” katanya.

Sekda mengatakan, penanaman lahan di Temanggung dengan cara tumpang gilir untuk memanfaatkan sisa pupuk organik di lahan, sehingga lahan terus produktif hampir sepanjang tahun.

Anggota kelompok tani Lestari, Sofian mengatakan, untuk ubinan hasil panen bawang merah mencapai 15 ton per hektar dengan harga jual Rp 16 ribu per kg bawang kering. Harga itu termasuk tinggi dan menguntungkan petani.
Petani menerapkan tumpang gilir, seperti saat ini, ketika bawang merah berusia 50 hari disampingnya ditanami cabai, sehingga nanti saat bawang merah panen, selisih beberapa waktu cabai juga panen.
Di Desa Bansari lahan pertanian untuk food estate 43 hektare dari target 30 hektare.

Bupati Majene, Andi Achmad Syukri Tammalele mengatakan, dari sisi pertanian, Majene bertekad untuk menjadi penopang IKN Nusantara, apalagi lokasi Majene dekat dengan Kalimantan.

“Produk pertanian Majene seperti bawang merah, bawang putih dan cabai akan dikembangkan dengan cara food estate,” katanya, ditemui di Temanggung, Selasa (22/3/2022)
Alasan belajar food estate ke Temanggung, karena kedua daerah memiliki kondisi geografis yang sama. Sehingga yang dikembangkan di Temanggung akan dikembangkan pula di Majene.

Bupati Majene menambahkan, potensi pengembangan food estate di Majene sekitar 1000 hektare, sementara di Temanggung sekitar 300 hektare. Namun ada yang banyak dicontoh dari Temanggung, seperti optimalisasi lahan dengan pertanian tumpang gilir, sehingga tidak ada lahan tidur.
“Kepala desa dan petani yang diajak langsung terbuka pikirannya. Menjadi PR para kepala desa untuk memanfaatkan lahan agar tidak tidur. Nanti akan dirapatkan sesampai di Majene mau diapakan lahan pertanian di Majene,” pungkasnya. (Aiz;Ekp)

Rubrik Khusus Advedtorial Dipersembahkan Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Majene

Rekomendasi Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button