Maju…Eh Mundur Lagi 17 Dokter RSUD Sulbar

*Gara-Gara Janji Gubernur Tak Kunjung Tereakliasi*

Mamuju – Lagu Hits yang dipopulerkan artis Syahrini dengan lirik “Maju Mundur Maju Mundur Cantik” mungkin pas bagi 17 dokter yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Regional Sulawesi Barat.

Betapa tidak, aksi mogok mundur bagi 17 dokter ini sempat menuai perbincangan hangat dikalangan masyarakat. Bahkan isu mundurnya bagi “tim regu aksi kemanusiaan ” ini menuai pro kontra di masyarakat dan bahkan menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Aksi 17 dokter spesialis menyatakan mundur dari RSUD pada 6 Oktober ini diantaranya dr Harpandi Rahim SpAn, dr Agus Priyanto SpAn, dr Dewi Kartikanengsih SpP, dr Ferry Santoso SpOG, dr Fitria Sirajuddin SpA, dr Mulyani Kadir SpA, dr Siti Zaenab Zainuddin SpS, dr Yuniarti Arsyad SpKK.

Kemudian dr Ratna Oelan Sari SpRad, dr Karmila SpGK, dr Andi Ervina SpTHT, dr Yusri Yusran SpJP, drg Zaitun Sumule SpBM, dr Marwati Nyak Hukon SpPD, dr Ratna Limbu SpPD, dr Agustinus SpB, dan dr Yusran Antonius SpOG.

Ketika itu, mereka (dokter.red) beralasan mundur disebabkan fungsi manajerial dan fungsi pelayanan di RSUD Regional Sulbar sudah tidak dapat berjalan dengan baik sebagaimana mestinya.

Adanya mosi tidak percaya yang diajukan para dokter spesialis kepada Gubernur Sulbar pada 6 Oktober 2017, dimana pada poin enam tuntutan aksi komite medik yang meminta kepada Gubernur Sulbar untuk mengganti Direktur RSUD Regional Sulbar, Andi Munasir.

Kisruh ini tidak berlangsung lama setelah gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar turun tangan untuk melakukan proses mediasi dengan para dokter. Gubernur pun memberikan janjinya sehingga para dokter kembali beraktivitas.

Namun rupanya para dokter ini merasa bahwa janji gubernur Sulbar rupanya belum terealisasi sehingga hari ini, Rabu, 20 Desember 2017, kembali melakukan aksi mundur selaku dokter di RSUD Sulbar.

“Mohona maaf, kami ijin pergi dari RS Sulbar. Janji gubernur terhadap Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tidak terealisasi walaupum kami berusaha konsisten dengan perjanjian, masuk melayani meski harus dihadapkan pada situasi tidak bersahabat, termasuk kata-kata tidak malu masuk kembali di RS,” demikian cuitan Phandi Rahim aliat Harpandi Rahim dallam akun facebooknya. (acho)

Rekomendasi Berita

Back to top button