Meneropong Kisah Abdul Wahab dari Balik Pulau Ke Gunung Sandapan

Budibento

Oleh : Budibento

Nama lengkapnya Abdul Wahab, biasa di panggil “wahab”. Bekerja sebagai pendamping sosial PKH di Kementerian Sosial RI, kohort 2019.

Awal tahun 2020. Wahab resmi bertugas dengan wilayah dampingan Kecamatan Kalumpang dan Kecamatan Balak balakang.

Aktifitas pendampingan yang jauh berbeda dan sangat menantang bisa jadi membuat dirinya menyamai superman atau orang tegar di bidang sosial.

Wahab yang terlahir dari anak pulau, sudah terbiasa dengan aktifitas dilaut, seperti naik perahu dan menangkap ikan.

Penduduk ke pulauan yang mayoritas pendatang dari luar, seperti Tubo, Tappalang, Majene, dan Mamuju membuat Wahab terkesan dengan dinamika kelompok KPM PKH. Konon, para KPM menggunakan logat Kalimantan dalam berbahasa Indonesia. Sehingga,, wahab lebih banyak menggunakan bahasa daerah.

Aktifitas pendidikan yang sangat kurang di wilayah kepulauan ini, juga sangat berpengaruh terhadap Busines proces program sebab, wahab, sering menyaksikan proses belajar mengajar tidak berjalan dengan baik. Para tenaga pendidik diketahui lebih banyak berdomisili di luar pulau, sehingga proses belajar mengajar tampak jarang terlihat ketika Wahab melakukan kegiatan Verifikasi komitmen.

Diharapkan kepada pihak terkait semestinya memberikan perhatian khusus terhadap persoalan tersebut karena hal itu sangat ditentukan oleh standar mutu dan standar lulusan peserta didik.

Pulau Balak Balakang, yang masih kekurangan akses transportasi, sering menjadi kendala bagi orang yang ingin kesana, karena dapat menghabiskan waktu berhari hari dengan menggunakan perahu nelayan lokal. Aktifitas ini juga sering dilakoni oleh Wahab di lautan untuk bisa mencapai pulau pertama yakni pulau Ambo,,

Untuk bisa mencapai KPM di pulau pertama ( pulau ambo,,) Wahab harus menempuh perjalanan sekitar 68 mil Laut. Namun jika ingin menemui KPM di pusat kota kecamatan, Wahab biasa menempuh perjalanan kurang lebih 110 mil laut dari pusat ibukota mamuju.

Secara georafis, Pulau Bala balakang, adalah gugusan pulau2 kecil yg berada di selat Makassar namun lebih dekat dengan pulau kalimantan. Sehingga mayoritas warga pendatang yang profesi utamanya adalah nelayan, memilih menjual hasil tangkapan ikannya ke kota balikpapan atau ke wilayah kabupaten Penajam Paser Utara.

Mendampingi kepulauan,, bagi Wahab adalah suatu kebanggaan tersendiri sebab di pulau tersebut, terdapat hasil laut yang melimpah. Semua jenis ikan akan mudah kita dapat seperti ikan sunu, kakap, cepa. Namun, karena akses komunikasi sangat sulit, membuat jalur perdagangan lebih banyak ke pulau kalimantan.

Dari 10 pulau yang berpenghuni, di kecamatan balak balakang, sebagian besar dihuni oleh KPM PKH. Wahab yang ingin mengunjungi KPM PKH dipulau seberang, harus menghabiskan waktu sekitar 8 jam perjalanan baru bisa sampai.

Untuk mencapai pulau Ambo, hanya bisa menggunakan perahu nelayan. tapi kalau ingin ke pulau salissingan harus penuh perjuangan sebab membutuhkan waktu 14 jam di atas perahu, itupun jika cuaca bersahabat bahkan bisa waktunya lebih dari itu.

Selanjutnya Dari pulau ke pulau lainnya, juga ditempuh sampai 3 jam naik perahu,, sebab air terkadang surut. Sehingga memaksa orang yang kesana harus berjalan kaki atau menggunakan rakit buatan nelayan.

Untuk menjangkau kapal yang hendak kita pakai untuk menuju pulau tetangga dengan kondisi panas matahari dan hujan deras atau ngin nya kencang,, ombak akan sangat besar, tetapi bagi Wahab, tugas dan tanggung jawab diatas segalanya.

Mendampingi kepulauan, rasanya belum selesai bagi Wahab sebab dirinya juga mendampingi wilayah kecamatan Kalumpang yang terkenal dengan gunung sandapan.

Mendampingi wilayah pegunungan Kalumpang, sudah seharusnya dihadapkan dengan jalanan yang mulus. Tetapisampai hari ini masih menjadi kendala melakukan kegiatan pendampingan. Namun, bagi Wahab, hal itu sudah menjadi resiko dan konsekuensi sebuah pekerjaan.

Semoag wacana Intervensi anggaran 5% dari Pemda Mamuju dapat memebrikan semangat bagi Wahab untuk bisa menjadi bagian dari orang tegar, “To help people and to help themselves”.

Harapan besar disampaikan oleh wahab kepada Korkab, dan Korwil PKH sulbar agar kedepannya, wahab diberikan perlakuan khusus, karena wilayah dampingan penuh perjuangan.

Semoga silaturrahmi terbatas yang dilakukan baru baru ini, Wabup dapat memberikan perhatian ke wilayah dampingan terluar Atau blank spot area.

Kepada pihak terkait, khususnya Pemkab Mamuju agar bisa memberikan perhatian khusus untuk kepulauan bala balakang agar mereka disana bisa juga menikmati fasilitas telekomunikasi, sarana internet, dan ketersediaan e-waroeng, sebab sebagian KPM PKH sangat terbatas untuk menjangkau bantuan komplementer dari pemerintah pusat, seperti Program sembako atau BSP. Sehingga sangat diharapkan kepada dinas terkait agar dapat melihat langsung kondisi tersebut. Karena hal itu diluar dari tupoksi SDM PKH…

Rekomendasi Berita

Back to top button