Rabu , Februari 26 2020
Home / Hukum / Oknum LSM Diduga Peras Sejumlah Kepala Sekolah di Majene

Oknum LSM Diduga Peras Sejumlah Kepala Sekolah di Majene

Majene – Keberadaan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) idealnya menjadi garda terdepan untuk melakukan kegiatan -kegiatan kemasyarakatan demi mewujudkan daerah, negara dan bangsa yang berkemajuan.

Dari sederat LSM yang telah terbentuk di daerah, tentu ada yang memiliki kinerja yang lebih profesional dan ada pula yang malah memanfaatkan lembaganya untuk kepentingan pribadi. Lebih parah lagi, jika dijadikan alat untuk mendulang ladang “Uang Haram”.

Seperti halnya yang terjadi di Kabupaten Majene, ProvinsiSulawesi Barat, diduga kuat oknum LSM kerap melakukan upaya pemerasan terhadap sejumlah sekolah yang ada di daerah itu.

Berdasarkan penelusuran tim mediasulbar.co.id di Majene,Selasa, 24/9, oknum LSM kerap mendatangi sejumlah sekolah-sekolah di daerah itu, dengan modus melakukan pemeriksaan terhadap proyek pembangunan maupun kegiatan penggunaan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS).

Aksi yang dilancarkan oknum LSM tersebut ujung-ujungnya meminta dana kepihak sekolah dengan jumlah berpariasi. Bahkan oknum LSM terkadang menggiring kepala sekolah untuk bertemu di rumah makan. Setelah itu, mereka(LSM.red) meminta dana sebagai barter tidak mempermasalahkan kegiatan proyek maupun penggunaan dana BOS yang dikelola oleh pihak sekolah.

“Beberapa pekan lalu, ada oknum LSM mendatangi sekolah untuk memeriksa kegiatan proyek yang kami laksanakan. Ujung-ujungnya mereka meminta uang,” kata salah seorang kepala sekolah yang enngan disebut namanya.

Ia mengatakan, dirinya tak bisa memenuhi permintaan oknum LSM lantaran jumlah uang yang mereka minta cukup besar.

“Dimana kami bisa mendapatkan uang sebesar itu. Jadi, kami pasrah saja dan tidak mungkin kita paksakan diri untuk memenuhi permintaan dana sebesar itu,” ujarnya.

Ulah oknum LSM ini tentu sangat meresahkan pihak sekolah sehingga diminta agar aparat penegak hukum bisa menertibkan prilaku LSM yang gemar memeras sekolah yang ada di daerah ini. (mad)

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti dengan serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saya ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab menyapa nama saya Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Co. Id, sebagai jembatan untuk mendapatkan informasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. Co. Id jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!