Senin , November 30 2020
Home / Daerah / Pasutri Tewas Bersimbah Darah di Pasangkayu, Aparat Kepolisian Lakukan Penyedikan

Pasutri Tewas Bersimbah Darah di Pasangkayu, Aparat Kepolisian Lakukan Penyedikan

Pasangkayu –  Sepasang suami istri (Pasutri) ditemukan tewas bersimbah darah di sebuah rumah yang berlokasi di desa martasari Kec. Pedongga Kab. Pasangkayu pada hari Rabu (11/11).

Melalui pesan singkatnya, Kapolres Matra AKBP Leo Hamonangan Siagian melalui Kabid Humas Polda Sulbar AKBP Syamsu Ridwan menjelaskan bahwa jasad korban yang diketahui berinisial “R” (39) Petani dan “H” (37) IRT awalnya ditemukan oleh anak pertama korban “A”.

Saat itu “A” sedang tertidur didalam kamarnya kemudian ia terbangun karena neneknya datang mengetuk pintu rumah sekitar pukul 05.00 Wita dan setelah itu “A” kembali melanjutkan tidurnya.

Selang beberapa waktu kemudian anak kedua korban “AG” tiba-tiba berteriak dengan mengatakan “Kenapa banyak darah ini” sambil menunjuk kekamar korban, sontak “A” langsung memasuki kamar korban dan menemukan kedua korban sudah tergeletak bersimbah darah kemudian ia berlari keluar untuk meminta pertolongan.

Sat Reskrim Polres Matra yang mengetahui kejadian tersebut langsung mendatangi Tempat kejadian untuk melakukan olah TKP dan membawa kedua korban ke rumah sakit untuk dilakukan Visum.

“Dari hasil visum, kedua korban mengalami luka terbuka yang diduga sabetan benda tajam dibeberapa bagian vital seperti Leher, Dada dan tangan sedangkan motif dari kasus ini masih didalami”, Jelas Kabid Humas.

Dari tempat kejadian, Polisi mengamnkan beberapa barang bukti, diantaranya adalah 1 buah parang yang bersimbah darah, 1 buah parang tanpa noda darah, 4 unit Handphone, 2 buah sarung dan 1 buah BRA.***

Humas Polda Sulbar

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya milih hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saat itu juga ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab mengenal nama saya dengan sapaan Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Com dibawah naungan PT Media Sulawesi Barat, sebagai jembatan untuk menyalurkan informasi, edukasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. com jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah di Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!