Pemkab Mateng Kerahkan Dai Untuk Daerah Transmigrasi

Segmen Khusus Dipersembahkan Pemkab Mamuju Tengah
Mamuju – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawsi Barat, telah melepas sejumlah Dai untuk ditempatkan pada sejumlah desa-desa warga Transmigrasi yang ada di daerah hasil pemekaranb Kabupaten Mamuju ini.

Pelepasan dan pengukuhan Dai ini dihadiri beberapa pejabat daerah Mamuju tengah, Sekertaris Kabupaten (Sekkab) Mateng H. Askary Anwar, Anggota DPRD Mateng Anwar Laumma, Asisten II Yusuf Unja dan Asisten III Bahri, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mateng dan Rombongan Dirjen PKT Transmigrasi serta Tamu undangan yang berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Mamuju Tengah, Kamis (26/10/).

Sekretaris Daerah Kabupaten Mamuju Tengah, H. Askary Anwar, dalam kesempatan itu menyampaikan, bahwa Daerah Mamuju Tengah ini dapat menjadi sebuah Daerah Otonomi Baru (DOB) berkat dukungan dari pihak Transmigrasi yang telah berlangsung puluhan tahun di daerah itu.

Ia mengatakan, jumlah penduduk maupun warga masyarakat Kabupaten Mateng secara umum didominasi adalah warga dari transmigrasi, sebagai cikal bakal penduduk Kabupaten Mateng salah satunya adalah transmigrasi karna daerah ini adalah daerah kawasan transmigrasi terbesar di wilayah Sulawesi Barat.

“Dengan adanya Da’i yang telah kita kukuhkan dan lepas pada hari ini untuk daerah-daerah transmigrasi yang ada di Sulawesi Barat tentu dimaksudkan untuk menciptakan sisi peradaban yang sesuai dengan anjuran agama dan sesuai dengan harapan kita bersama yakni membangun Mamuju Tengah menjadi Kabupaten yang lebih maju dan mandiri.” ujar Askary.

Askary memaparkan, melalui Transmigrasi ini tentu sangat diharapkan dapat membantu pemerintah Mamuju Tengah dalam rangka mewujudkan daerah ini lebih maju serta mempersatukan semua etnis dan agama serta membawa Umat yang berkepribadian dan berahlak yang lebih mulia.

“Kita harus bersatu melawan paham Radikalisme dan tidak memandang kita berasal dari mana, tetapi kita satu dalam bingkai Lallatassisara melawan tantangan yang mungkin bisa saja muncul. Kita harusnya mampu mengkantar isu-isu Radikal Masyarakat dan mampu membawa Masyarakat yang lebih baik dan mandiri,” ungkapnya.

Sementara Dirjen PKT Transmigrasi H. Nurdin mengatakan, Potensi Transmigrasi dan sumber daya yang sudah ada harus dikelola dengan baik dan maksimal. Kini tinggal penataannya saja. Karena potensi sumber daya yang ada sudah dimanfaatkan oleh sumber daya manusianya sudah sangat bagus dan kondusif.

Sehingga antara transmigran pendatang dan masyarakat lokal harus saling bergandengan tangan, tidak melihat suku dan agama baik dari, pulau Jawa, Bali, Timor Leste dan lain sebagainya.

” Kita adalah kekuatan yang dimiliki oleh Sulawesi Barat, melalui kebijakan Bupati dan pimpinan daerah, sehingga masyarakatnya merasa tenang dan aman. Ini adalah modal utama yang luar biasa, modal sumber daya dan punya modal sosial,” ungkapnya.(advedtorial)

Rekomendasi Berita

Back to top button