Selasa , Oktober 27 2020
Home / Daerah / Pemkab Pasangkayu Diminta Beri Bantuan Untuk Mahasiswa Luar Daerah

Pemkab Pasangkayu Diminta Beri Bantuan Untuk Mahasiswa Luar Daerah

Mamuju – Masyarakat Cendikia Pasangkayu (Macapa) berharap pemerintah daerah memberikan perhatian kepada segenap pelajar dan mahasiswa yang ada diluar Kabupaten Pasangkayu.

Hal tersebut disampaikan oleh Restuan Lubis, putra asal Bumi Vovasanggayu selaku presiden MACAPA dari Berlin, Jerman kepada, Jumat (22/5).

Bahkan secara terbuka, itu disampaikan melalui pernyataan sikap bersama yang ditanda tangani enam organisasi daerah, yakni, Ikatan Pelajar Mahasiswa Pasangkayu (IPMA Pasangkayu) yang ada di Mamuju, Sulbar di tanda tangani Iswandi, Lembaga Pelajar Mahasiswa (LPM) Pasangkayu yang ada di Palu, Sulteng ditanda tangani Muh. Afif Yusfikar, Ikatan Pelajar Mahasiswa Pasangkayu (Hipermapa) yang ada di Makassar, Sulsel ditanda tangani Muh. Aswar, Ikatan Mahasiswa Pasangkayu (IPM) di Majene, dan Ikatan Pelajar Mahasiswa Mamuju Utara Yogyakarta (IPM Matra Yogyakarta) yang ada di kota gudeg di tanda tangani Ilham Irianto.

Dalam pernyataan sikapnya, berdasarkan hasil vidio conference bersama ketua dan pengurus himpunan mahasiswa pada 20 Mei 2020, terkait bantuan yang telah dijanjikan oleh petinggi pemerintah Kabupaten Pasangkayu ternyata belum ada tindak lanjutnya.

Padahal menurut Restuan Lubis, bantuan kebutuhan mahasiswa Pasangkayu selama pandemi Covid-19 disampaikan langsung oleh Bupati Kabupaten Pasangkayu, Agus Ambo Djiwa, pada tanggal 7 April 2020 dan dikonfirmasi kembali oleh Sekertaris Daerah Kabupaten Pasangkayu, Firman, pada tanggal 12 Mei 2020.

“Hal ini kami sampaikan bentuk keprihatinan mendalam, sebagai bagian masyarakat cinta atas generasi cendekia berikutnya yaitu mahasiswa yang sedang bertahan hidup di luar Kabupaten Pasangkayu karena larangan mudik. Sehingga kami aliansi himpunan Mahasiswa Pasangkayu se-Indonesia sangat kecewa dengan tata kelola Pemerintah Kabupaten Pasangkayu yang belum ada penyaluran bantuan selama Covid-19,” jelas dalam pernyataan sikapnya.

Berikut pernyataan sikap Macapa aliansi dengan IPMA Pasangkayu, LPM Pasangkayu, Hipermapa, IPM Majene dan IPM Matra :

1. Memohon kepada Pemerintah Kabupaten Pasangkayu segera mengirimkan bantuan biaya hidup kepada mahasiswa (i) Kabupaten Pasangkayu yang masih berada di luar daerah.

2. Memohon kepada Pemerintah Kabupaten Pasangkayu untuk mengkonversi bantuan dalam bentuk digital money (transfer).

3. Meminta transparansi Pemerintah Kabupaten Pasangkayu dalam mengelola
segala bentuk bantuan Covid-19.

Semoga kedepannya Pemerintah Kabupaten
Pasangkayu lebih cepat, nyata, dan transparansi untuk membantu mahasiswa sebagai generasi dan aset daerah.

(Anhar)

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti dengan serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya milih hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saat itu ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab mengenal nama saya dengan sapaan Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Com dibaeah naingan PT Media Sulawesi Barat, sebagai jembatan untuk menyalurkan informasi, edukasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. Com jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah di Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!