Pemkab Polman Ekpor 25 Ton Sapu Lidi Ke India

POLMAN — Melalui CV Coco Mandar Indonesia, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar mengekspor sapu Lidik ke India sebanyak 25 Ton, Jumat 22 April 2022.

Pelepasan ekspor Ke India yang dilangsungkan di Tribun Pancasila ini sendiri di hadiri para pimpinan Forkopimda Kabupaten Polewali Mandar

Dalam kesempatannya, Bupati Polman H Andi Ibrahim Masdar mengatakan, secara resmi Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar melepas ekspor perdana sapu lidi sebanyak 25 ton dari kabupaten polewali mandar ke negara india.

“Atas nama pemerintah kabupaten polewali mandar saya ingin mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada karantina pertanian sulbar kementerian pertanian dan cv coco mandar indonesia atas terselenggaranya kegiatan ini,” kata Andi Ibrahim Masdar.

Lanjut dikatakan, Tanggal 28 oktober 2021 tahun lalu,  atau bertepatan dengan hari sumpah pemuda, bertempat di hotel al-ikhlas polewali mandar, pada acara bimbingan teknis sarang burung walet sebagai upaya mewujudkan program gerakan tiga kali lipat ekspor komoditas pertanian yang juga diselenggarakan oleh kantor karantina pertanian sulawesi barat.  

“Pada kesempatan itu dan di setiap moment saya selalu menyampaikan kepada generasi muda untuk berhenti bercita-cita menjadi pegawai negeri atau karyawan kantoran. Karena di zaman ini, di  era kemajuan teknologi informasi,  telah tersedia banyak peluang emas bagi kita untuk menjadi wirausaha muda yang berhasil dan sukses,”ujarnya.

Masih kata, Bupati dua periode ini, hari ini melalui gerakan 3 kali lipat ekspor, kita akan menyaksikan generasi milenial polewali mandar yang berasal dari desa sambali wali kecamatan luyo, yang tergabung dalam cv. Coco mandar indonesia melakukan sebuah terobosan yang luar biasa dan patut untuk kita apresiasi dan angkat jempol kepada anak-anak kita ini atas kemampuannya menembus pasar ekspor komoditi sapu lidi ke negara india.

“Dari sub sektor perkebunan polewali mandar memiliki potensi yang sangat besar.  Dan merupakan salah satu sentra produksi kelapa terbesar di provinsi sulawesi barat bahkan indonesia, dan keberadaan komoditi kelapa ini sudah ada sejak jaman dulu dan pernah mencapai masa keemasan dan menjadi komoditi primadona,”ucapnya.

Lebih jauh AIM menjelaskan, Berdasarkan data badan pusat statistik kabupaten polewali mandar tahun 2020, luas lahan perkebunan kelapa sebesar 23.142 ha. Yang terbesar meliputi mapilli 3.962 ha, campalagian 3.326 ha,  tapango seluas 2.737 ha, dan kecamatan luyo 565 ha.

“Selama ini,  kita hanya mengekspor kelapa dalam bentuk kopra saja.  Padahal kelapa memiliki banyak ragam produk turunan, diantaranya tepung kelapa, air kelapa, sabuk bahkan lidi.  Produk yang oleh masyarakat kita dibuang percuma dan dianggap sebagai sampah yang tidak ada manfaatnya tetapi ternyata memiliki nilai tinggi setelah diolah menjadi sapu lidi.  Tentu ini sebuah terobosan dan inovasi yang perlu untuk terus di dukung dan dikembangkan,”ungkapnya.

“Saat ini, sapu lidi menjadi komoditas baru dan menambah jajaran komoditi sumber daya alam  kita yang telah diekspor sebelumnya seperti kopi, kakao, dan briket batok kelapa. Tentunya hal ini sangat menggembirakan,”Sambungnya.

Ia menambahkan,Peningkatan ekspor komoditas pertanian tentu saja berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani dan masyarakat. Kita berharap nilai tukar petani secara konsisten terus meningkat, mudah-mudahan dengan ekspor ini bisa memacu semangat masyarakat kita, anak-anak muda lainnya, untuk mau menjadi wirausahawan muda mengingat produk turunan,  pohon industri kelapa dari akar sampai daun semuanya mempunyai nilai tambah ekonomi yang tinggi di pasaran dan merupakan kemoditi ekspor.

“Dengan adanya ekspor lidi ke india, bukan berarti tugas pemerintah telah selesai, kita pemerintah masih memiliki banyak pekerjaan rumah diantaranya pohon yang sudah berumur diatas 10 tahun dan pohonnya juga sudah tinggi mencapai 10 meter sehingga produksi dan produktifitasnya mulai menurun, selain itu masih kurangnya budidaya dan penanaman ulang pohon kelapa di polewali mandar juga menjadi persoalan tersendiri dan harus kembali di galakkan,”harapnya.

Terakhir kata dia, Untuk itu pada kesempatan yang berbahagia ini saya meminta kepada karantina pertanian dan seluruh pemangku kepentingan terkait untuk dapat membantu dalam pengembangan perkebunan kelapa baik dari segi produksi dan produktifitasnya, hingga ke tahap distribusi dan pemasaran.

“Karena melakukan proses ekspor seperti sapu lidi tentu saja tidaklah mudah,  karena terdapat prosedur dan persyaratan teknis yang tidak hanya ditentukan oelh kita tapi juga ditentukan oleh negara tujuan. Baik itu persyaratan karantina, bea cukai dan terutama standar dan mutu produk yang di persyaratkan oleh negara tujuan,”tuturnya

Oleh karena itu,  melalui kegiatan yang dilaksanakan oleh generasi muda polewali mandar ini,  dapat kita jadikan sebagai momentum awal kebangkitan generasi muda di polewali mandar khususnya dan di sulawesi barat umumnya untuk bersama-sama bergerak maju guna meraih peluang pasar ekspor ini,   sehingga ke depan kita dapat menambah frekuensi, variasi, jenis serta volume ekspor tentunya pada skala yang lebih luas.

Hal ini sejalan dengan program strategis kementerian pertanian yakni gerakan tiga kali lipat ekspor komoditas pertanian atau gratieks. Yang di dalam program tersebut salah satu unsur pencapaiannya adalah menambah ragam/jenis komoditas dan menambah volume ekspor.

“Dengan adanya kegiatan ini saya berharap kita dapat bersama-sama membangun pertanian polewali mandar.  Pemerintah daerah akan terus bersinergi, berkoordinasi dan menyelaraskan program-program pemerintah pusat dengan daerah, agar kita dapat mewujudkan pertanian yang mandiri, maju dan modern demi untuk pencapaian visi polewali mandar maju, rakyat sejahtera,”tutup Andi Ibrahim Masdar.(fth)

Rekomendasi Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button