Sabtu , Maret 28 2020
Home / Adventorial / Pemprov Sulbar Maksimalkan Tim Melawan Covid-2019

Pemprov Sulbar Maksimalkan Tim Melawan Covid-2019

Advedtorial

Mamuju — Pemprov Sulbar terus melakukan monitoring bersama Tim Percepatan Penanganan Wabah Covid-19.

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar membentuk Tim Percepatan Penanganan Covid-19, dan saat itu pun tim bergerak, mulai pemantauan pasar oleh Dinas Perdagangan Sulbar, melengkapi alat pendeteksi di setiap akses masuk, seperti Bandara Tampa Padang dan sejumlah pelabuhan.

Tim tersebut melibatkan seluruh elemen pemerintahan bahkan mengintruksikan seluruh Bupati di enam kabupaten agar bersinerg, bekerjasama melawan virus berbahaya itu.

“Kita sudah imbau seluruh enam kabupaten agar melakukan langkah percepatan mencegah penyebaran Covid-19,” tutur Ali Baal.

Dia pun mengharapkan masyarakat tidak bertindak berlebihan hingga dapat merugikan, misalnya menimbun persediaan makanan dan lainnya.

Menurutnya, menyikapi Covid-19 tetap waspada, namun tidak mesti panik.yang bisa berakibat membahayakan daya tahan tubuh.

Ali juga menyampaikan, mentolerir ASN yang kondisinya kurang membaik agar bekerja di Rumah. Itu untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Begitupun soal perjalanan dinas luar daerah agar ditiadakan untuk sementara.

Kepada OPD, Ali menegaskan agar pelayanan tetap lancar, dia pun memastikan akan berusaha memaksimalkan kinerja tim, agar Sulbar tetap aman dan tidak menjadi pandemi wabah Covid -19.
Dari pantauan, beberapa tim sudah bergerak, seperti Dinas Perhubungan bergerakmmelakuka pemantauan sejumlah akses masuk, memastikan setiap akses masuk Sabar tersedia fasilitas Pendeteksi suhu badan dan hand sanitizer.

Begitupun pantauan disejumlah pelabuhan distribusi barang seperti di Mamuju Tengah dan Pasangkayu. Kepala Dinas Perhubungan Dulbar Khaeruddin Anas mengaku telah melakukan pemeriksaan memastikan tidak ada lagi kapal sandar di pelabuhan tersebut.

“Hari ini kita turun, dan kita pastikan semua akses masuk itu tersedia pendeteksi (Thermometer digital) dan difasilitasi pencuci tangan (Hand Sanitizer),” ungkapnya. (rls)

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti dengan serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saya ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab menyapa nama saya Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Co. Id, sebagai jembatan untuk mendapatkan informasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. Co. Id jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!