oleh

Pencemaran Lingkungan , PT.PLN Unit Pelaksana Pembangkit Punagaya Terancam Di Lapor Polisi

-Hukum-55 views

Makassar,16/07 PT.PLN (Persero) Unit Pelaksana Pembangkit Punagaya yang berada di Desa Punagaya Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan di tuding merugikan usaha warga yang berada di lokasi akibat aktifitas dan pembuangan limbah yang selama ini berjalan.

Kawali salah satu warga yang juga korban mengadukan nasibnya di Kantor Advokat dan Konsultan Hukum LAW FIRM DR.Muhammad Nur,SH,MH & Associates di Jalan Tun Abdul Razak Citraland Celebes Hertasning Baru Gowa-Makassar.

Kawali , Mengatakan selama PT.PLN ( Persero ) Unit Pelaksana Pembangkit Punagaya beroperasi maka Sumur sebagai sumber usaha selama ini tercemari limbah sehingga tidak ada lagi sumber pendapatan yang selama ini menghidupi kebutuhan keluarga.

Penasehat Hukum Kawali ,DR.Muhammad Nur,SH,MH Mengatakan Pihak PT.PLN (Persero) Unit Pelaksana Pembangkit Punagaya harus bertanggung jawab dan menyelesaikan kasus klien atas nama Kawali dengan menyelesaikan pembayaran ganti rugi sebesar Rp.3.363.000.000,-

DR.Muhammad Nur,SH,MH, Menegaskan bahwa dasar pembayaran ganti rugi ke Kawali berdasarkan rekomendasi setelah terbukti adanya pencemaran lingkungan sesuai laporan analisis yang di keluarkan oleh PT.Sucofindo 18 maret 2019 sehingga Dinas Pengelolahan Lingkungan Hidup Sulawesi Selatan pada tanggal 31 Mei 2019 melayangkan surat ke PT.PLN (Persero) Punagaya untuk pembayaran ganti rugi ke Klien kami atas nama Kawali , menyusul surat Kepala Desa Punagaya tertanggal 04 Nopember 2019,Pemerintah Kecamatan tertanggal 04 Nopember 2019,Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jeneponto tertanggal 29 Nopember 2019,Surat Bupati Jeneponto tertanggal 04 Desember 2019, dimana semuanya meminta pembayaran ganti rugi Produksi air minum dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2019 dan PT.PLN Punagaya harus menyelesaikannya kepada klien kami dalam waktu yang secepatnya.

Apabila permintaan klien kami atas nama Kawali diabaikan maka kami dari LAW FIRM DR.Muhammad Nur,SH,MH & Associates akan mengadukan dan melaporkan pihak PT.PLN ( Persero ) Unit Pelaksana Pembangkit Punagaya ke Aparat Penegak Hukum sesuai tindak pidana pencemaran lingkungan hidup sesuai Undang-Undang 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup,tutup Muhammad Nur (*).

Tentang Penulis: Acho Ahmad

Gambar Gravatar
Pemilik nama lengkap Aco Ahmad Andi Hamid merupakan CEO Mediasulbar Group sekaligus Pendiri dan pemimpin Umum Kantor Berita Online mediasulbar.com kini tengah fokus merambah bisnis industri media dengan meningkatkan performa kualitas sajian berita aktual yang terjadi di daerah. Awalnya saya mencoba belajar jadi koresponden di stasion Metro TV untuk penugasan areal liputan Mamuju pada tahun 2004. Namun saat itu masih sebatas magang dan hanya mampu bertahan beberapa bulan saja. Selanjutnya saya hijrah ke kota Palu di tahun 2006, dan bekerja di koran Harian Mercusuar Sulteng. Seiring berjalannya waktu, tepat akhir tahun 2008, ajakan pulang kampung oleh bapak H Muhammad Saal (Mantan Wakil Bupati Kabupaten Pasangkayu) untuk mendirikan Koran Suara Sulbar yang berkedudukan di Rangas, Mamuju dengan posisi jabatan selaku Pemimpin Redaksi. Namun perusahaan koran ini rupanya usianya hanya setahun saja, sehingga saat itu pun saya cukup stress telah kehilangan pekerjaan. Ujian itu tidak berlangsung lama karena perum LKBN Antara Biro Sulselbar membuka lowongan kerja untuk klasifikasi wartawan. Sebelum mundur di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun sebetulnya lebih awal mendirikan media online Mediasulbar.com dibawah naungan PT Media Sulawesi Barat sejak tahun 2015. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..!!!