Ini Pendapat Sekprov Terkait Perkembangan Media Online

Mamuju – Perkembangan media online menjadi salah satu awal dari kebangkitan media-media lainnya. sebuah pergeseran telah terjadi dan dianggap sebagi sebuah awalan baru yang sangat membantu banyak pihak tidak terkecuali masyarakat.

Hal ini disampaikan Sekprov Sulbar, Drs. H. ismail Zainuddin pada acara pelantikan DPW Pengurus IWO Sulbar, di D Maleo Mamuju, 24/1.

Ia menyebutkan, lahirnya media online tidak dapat dihindari dari peristiwa booming media online ynag terjadi di dunia pada pertengahn 1990-an.

Pada bulan Mei 1992, Chicago online pada koran pertma di Amerika yang diluncurkan oleh salah satu Tribune di Chicago AS. Sampai pada 2001 database AS telah berisikan 12.878 berita online.

“Dari perkembangan yang terjadi di Amerika ini, banyak sekali negara lainnya yang ikut mengadopsi hal ini. Jaringna internet jadi point penting dari kegitan online ini. Peran internet sendiri ikut mengambil peran dalam menunjang kinerja kegitan ini. Internet menjadi point inti dari segala kegiatan yang bersangkutan dengan media online,” katanya.

Media online dan Internet merupakan satu hal yang tidak dapat dipisahkan. Internet disini sebagi penunjang dari kinerja dari media online. Kemunculan world wide web (www) juga menjadi salah satu yang
paling menarik. Web disini menjadi salah satu hal yang mendapatkan
perhatian dari pihak tertentu dan masyarakat biasa.

Sekprov mengakui jika perkembangan Media Online yang terjadi di Dunia benar-benar memberikan dampak yang besar pada beberapa negara dibelahan dunia lainnya.

Pergeseran mulai muncul dalam hal mengkonsumsi sebuah konten.
Indonesia menjadi salah satu negara yang kemudian ikut merasakan
perkembangan media online ini. banyak sekali perubahan yang terjadi
saat itu. Pada tahun 1990an internet muncul dikarenakan proyek hobi
dari beberapa pihak yang tertarik dengan jaringan komputer.

Pada tahun 1994 wabah penggunaan internet semakin marak dikarenakan
adanya sebuah jasa komersil pertama yaitu Indonet. Catatan tentang
media pertama di Internet adalah Repulika.com. catatan yang ada
mengacu pada institusi ini yang tayang perdana 17 Agustus 1994. Pada
tahun 1996 Tempo bisa dibilang mengalami masa-masa sulit mereka karena majalah mereka yang dibredel rezim orde baru. pada 1994 Tempo mendirikan Tempo interaktif.

Semakim luasnya perkembangan media online di Indonesia juga tak lepas
dari semakin menggilanya pengguna media social di negeri ini. Nyaris
tak ada lagi masyarakat kita yang tak memiliki gadget. Gawai yang
dewasa ini seolah menjadi barang primer.

Media social pun tak jarang dijadikan media untuk menyebarluaskan
produk-produk dari media online yang terus berkembang bak jamur di
musim hujan. Siring dengan itu, penyebarluasan informasi seolah tak
lagi memiliki batasan apalagi jika ia dipublikasikan di dunia maya,
dunia yang memang nyaris tak terbatas.

Akhir-akhir ini dunia maya banyak dimunculkan informasi dan berita
palsu atau lebih dikenal dengan istilah “hoax” oleh sejumlah oknum
yang tidak bertanggungjawab.

Jika tidak ada kehati-hatian, public pun dengan mudah termakan tipuan
hoax tersebut bahkan ikut menyebarkan informasi palsu itu, tentunya
akan sangat merugikan bagi pihak korban fitnah.

Kehadiran Ikatan Wartawan Online (IWO) di Sulbar ini tentu dengan mengemban beragam tanggung jawab social. Bukan sekedar menjadi wadah
dan tempan berkumpul bagi teman-teman juranis media online saja, IWO
tentu berkomitmen untuk menghadirkan jawaban dan jaminan atas
kerisauan public akan semakin parahnya informasi hoax utamanya di
dunia maya.

“Komitmen kami jelas, sebagai garda terdepan dalam upaya pemerintah
meminimalisir atau bahkan melenyapkan informasi hoax khususnya di
Sulbar ini. Dengan senantiasa menjunjung tinggi etika jurnalistik, IWO
dengan tegas akan bekerja dengan tetap membawa agenda besar berlabel
kebaikan untuk kemanusiaan,” ujarnya. (acho)

Rekomendasi Berita

Back to top button