Perda RPJMD Majene 2021-2026, Fraksi Mammesa Berikan Sejumlah Catatan

Majene – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majene Fraksi Mammesa memberikan tanggapan terkait dengan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Majene Tahun 2021-2026.

Pembahasan Perda RPJMD diramu dalam Rapat Paripurna yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Majene, Kamis (04/11/2021) malam.

Pembacaan pandangan fraksi DPRD Majene terkait Ranperda APBD Majene Tahun Anggaran 2022.

Beberapa poin penting terkait dengan Ranperda yang telah disampaikan Wakil Bupati Majene Arismunandar sesuai dengan sambutannya pada Rapat Paripurna tersebut, termasuk penjelasan Perda RPJMD Kabupaten Majene Tahun 2021-2026.

Seperti yang dilakukan oleh Fraksi-Fraksi lain, Fraksi Mammesa pun juga turut memberikan tanggapan dan pandangan terkait RPJMD yang disampaikan oleh Pemerintah Daerah dalam hal ini Wakil Bupati Majene Arismunandar.

Sejumlah nama dalam Fraksi Mammesa DPRD Majene, Ketua Fraksi H. Muh. Yahya Nur, S.E, Wakil Ketua Budi Mansyur, S.Ag, Sekretaris Napirman, S.E, dan beberapa Anggota Salmawati Djamodo, S.E, Armiah, S.E.,M.Si, Husail, Muh. Safaat, S.E, H.S.Tasswin K, Alatas, S.E, Rahman, Syahril, Arwin. B, H. Parman, Hj. Ida Nursanti, S.E.,M.H, H.Anthoni Hamdani, dan Paharuddin.

Pandangan Fraksi Mammesa DPRD Majene dibacakan oleh Muh. Yahya Nur di podium terhormat tersebut. Fraksi Mammesa memberikan apresiasi yang tinggi kepada Bupati/Wakil Bupati Majene karena telah memberikan penjelasan terkait Perda RPJMD Majene.

“RPJMD Kabupaten Majene Tahun 2021-2026 merupakan penjabaran dari Visi, Misi, dan perogram Bupati dan Wakil Bupati Majene yang terpilih. Dalam penyusunannya tentu berpedoman pada RPJP Nasional, RPJM Nasional dan memperhatikan RPJP Provinsi Sulawesi Barat RPJMD Provinsi Sulawesi Barat,” terang Muh. Yahya Nur dalam sambutannya.

Lebih lanjut politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menyebutkan bahwa rancangan Perda RPJMD ini sangat penting untuk mendapatkan perhatian, keseriusan, serta percermatan dalam proses pembahasan yang akan datang.

Meski demikian, Fraksi Mammesa DPRD Majene turut memberikan sejumlah catatan penting terkait dengan Rancangan Perda RPJMD Kabupaten Majene Tahun 2021-2026, diantaranya:

1. Penyusunan RPJMD seyogyanya dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan pembangunan yang berorientasi pada proses dan substansi.

2. Dokumen RPJMD Majene tidak dapat dipisahkan dengan dokumen perencanaan dan penganggaran lainnya. Untuk itu harus membentuk keterkaitan yang bersifat hierarkis.

3. Fraksi Mammesa menanyakan beberapa pertanyaan, seperti apakah rekomendasi Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) terintegrasi dengan RPJMD, bagaimana kinerja RPJMD masa lalu, dan bagaimana penyajian RPJMD terkait kontrak politik atau janji-janji politik Bupati dan Wakil Bupati pada saat kampanye.

4. Mempertanyakan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi daerah, apakah tidak dimasukkan dalam materi dan muatan isi yang strategis dalam RPJMD.

5. Terakhir, pada saat Rapat Paripurna itu, Fraksi Mammesa Muh. Yahya Nur mewakili untuk memberikan pandangannya, menyatakan setuju terhadap Ranperda RPJMD Tahun 2021-2026 untuk dilanjutkan pada pembahasan berikutnya.**(MS/04/B)

Segmen Khusus Advedtorial Dipersembahkan Sekretariat DPRD Majene

Penulis Budi Pratama

Rekomendasi Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button