oleh

Perdana, Komunitas Mandar Berbagi kebahagiaan di Panti Asuhan

Polman – Dari mandar untuk indonesia, itulah gambaran umum dari Komunitas Mandar Peduli. Mandar peduli hadir dari rasa kepedulian antar sesama baik dari aspek sosial, lingkungan maupun bencana.

Jumat, 23 Oktober 2020 telah dilaksanakan penyaluran bantuan di Panti Asuhan Al-khairat , terletak di Kabupaten Polewali Mandar dengan memberikan bantuan berupa sembako, hal tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dari panti. Penyaluran bantuan selanjutnya akan diberikan kepada panti asuhan yang lebih membutuhkan dengan melakukan survey ke beberapa panti asuhan lainnya dan tetap menerapkan protokol kesehatan

“Kami sangat berterima kasih kepada donatur yang memberikan bantuan melalui mandar peduli” ungkap Asrar Azhari selaku ketua selain itu, dan ditutup dengan mendoakan para donatur tetap dalam kondisi sehat dan dimudahkan rezekinya.

Kedatangan Mandar Peduli di Panti Asuhan Al-khairat disambut gembira oleh adik-adik yang ada di panti, dilihat dengan senyum dan tawa yang terpancar di wajah anak panti, tidak hanya itu pengelola panti juga menyambut baik kedatangan Mandar Peduli, “anak-anak senang karena banyak kakak yang datang hari ini bawa makanan dan sembako untuk kami” Ungkapnya

Kedepannya Mandar Peduli akan menyalurkan bantuan ke beberapa Panti Asuhan lainnya yang berada di Kabupaten Polewali Mandar sebagai prioritas utama terlebih dahulu, semoga dapat meringankan beban anak panti lainnya.***release

Tentang Penulis: Acho Ahmad

Gambar Gravatar
Pemilik nama lengkap Aco Ahmad Andi Hamid merupakan CEO Mediasulbar Group sekaligus Pendiri dan pemimpin Umum Kantor Berita Online mediasulbar.com kini tengah fokus merambah bisnis industri media dengan meningkatkan performa kualitas sajian berita aktual yang terjadi di daerah. Awalnya saya mencoba belajar jadi koresponden di stasion Metro TV untuk penugasan areal liputan Mamuju pada tahun 2004. Namun saat itu masih sebatas magang dan hanya mampu bertahan beberapa bulan saja. Selanjutnya saya hijrah ke kota Palu di tahun 2006, dan bekerja di koran Harian Mercusuar Sulteng. Seiring berjalannya waktu, tepat akhir tahun 2008, ajakan pulang kampung oleh bapak H Muhammad Saal (Mantan Wakil Bupati Kabupaten Pasangkayu) untuk mendirikan Koran Suara Sulbar yang berkedudukan di Rangas, Mamuju dengan posisi jabatan selaku Pemimpin Redaksi. Namun perusahaan koran ini rupanya usianya hanya setahun saja, sehingga saat itu pun saya cukup stress telah kehilangan pekerjaan. Ujian itu tidak berlangsung lama karena perum LKBN Antara Biro Sulselbar membuka lowongan kerja untuk klasifikasi wartawan. Sebelum mundur di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun sebetulnya lebih awal mendirikan media online Mediasulbar.com dibawah naungan PT Media Sulawesi Barat sejak tahun 2015. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..!!!

News Feed