Peternak Ayam Potong Di Sulbar Merugi Dampak Covid-19

Majene – Penyebaran virus corona (COVID-19) di Indonesia menyebabkan harga ayam terus menurun tak terkecuali peternak yang ada di Sulawesi Barat.

Berkurangnya aktivitas masyarakat demi mencegah penyebaran corona ternyata menyebabkan permintaan akan komoditas tersebut semakin menurun bahkan hingga anjlok 70%

Seorang peternak asal Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Bakri di areal peternakan miliknya, Rabu, 7/4, mengaku sangat merugi akibat minimnya permuntaan.

Peternak ayam potong terancam gulung tikar dampak virus misterius Covid-19. Foto: dok

“Harga ayam hidup di tingkat peternak menyentuh level Rp 12.000 per kilogram (kg), jauh di bawah biaya pokok produksi sekitar Rp 18.000. sudah tiga pekan ini, Kita sangat susah mengeluarkan ayam, karena permintaan turun. Pasar sudah banyak yang tutup, warung-warung makan banyak yang tidak buka, karena masyarakat ke mana-mana sudah tidak boleh. Perusahaan besar juga mengandalkan pasar becek untuk menjual ayamnya. Akibatnya kami peternak kecil semakin turun. Penurunan sudah diatas 70%, sejak mulai pembatasan sosial, ” katanya.

Saat ini, peternak skala kecil di Indonesia dan bahkan di Sulbar terancam gulung tikar. Pasalnya, rata rata peternak ayam skala UMKM itu sudah merugi.

Jika dilihat dari sisi harga jual saja, kerugian yang sudah harus ditanggung peternak bisa mencapai Rp 7.000/kg. Rata-rata, satu ekor ayam beratnya 1,5 kg. Sehingga kerugian ketika menjual satu ekor ayam sekitar Rp 10.000.

“Ini baru dua minggu. Belum sebulan. Sebulan akan rugi berapa? Karena kondisi seperti ini bisa stuck. Belum ada pencerahan. Di beberapa kabupaten menerapkan karantina parsial itu pengaruh orang jadi nggak bisa kemana-mana,” keluhnya.

Bakri menyatakan, saat ini peternak butuh ulunan tangan pemerintah. Caranya dengan mengembalikan harga di tingkat peternak menjadi minimal Rp 18.000 sebagai harga acuan sehingga peternak tak rugi.

Dalam kesempatan yang sama peternak asal Mamuju, Udin menuturkan, pemerintah bisa membantu peternak dengan membeli ayam yang stoknya berlebih ini. Nantinya, ayam itu bisa dikucurkan dalam program operasi pasar.

“Harus ada solusi agar peternak tak menanggung kerugian yang begitu besar. Kami betul betul kelimpungan mengatasi masalah pelik akibat virus Covid-19,” keluhnya sembari mengusap mukanya.****

Penulis: Acho Antara
By mediasulbar.com

Rekomendasi Berita

Back to top button