Kamis , Mei 13 2021
Home / Daerah / PHS: Pasar Campalagian Terbakar, Itu Adalah Ujian

PHS: Pasar Campalagian Terbakar, Itu Adalah Ujian

Peristiwa kebakaran hebat terjadi di pasar tradisional di Kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, pada Jum’at 16/4/2021.

Makassar – Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Dr H Husain Syam (PHS) menyampaikan turut berduka cita atas peristiwa kebakaran yang menghanguskan 24 kios di areal pasar tradisional di Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

“Tentu kita prihatin atas peristiwa yang menimpa saudara-saudara kita, apalagi kejadian ini terjadi tepat di awal bulan Ramadhan 1442 Hijriyah. Kebakaran ini merupakan cobaan atau ujian bagi kita semua bukan musibah, ambil hikmah, mudah-mudahan dengan kejadian kebakaran akan membuat semua menjadi orang yang lebih baik dan sabar. Insya Allah, ketika kita sabar menghadapi ujian maka niscaya Allah akan menggantikannya lebih besar lagi,” kata Prof Husain Syam yang dikonfirmasi via telpon dari Makassar, Sabtu, 17/4/2021.

PHS sapaan akrab Prof Husain Syam menambahkan kepada para pedagang yang kiosnya terbakar, agar kedepan lebih teliti lagi dengan menjaga dan dikontrol listrik di kios masing-masing.

Peristiwa kebakaran hebat di pasar Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulbar, pada Jumat (16/4), pukul 13.00 WITA. Meski lima unit damkar diturunkan, namun 24 kios tak bisa diselamatkan karena kobaran api dengan cepat menghanguskan bangunan yang mudah terbakar api.

Kapolsek Campalagian IPTU Sukirno menjelaskan, peristiwa kebakaran hebat ini berawal dari korsleting listrik.

“Dugaan sementara api berasal dari korsleting listrik, kios paling ujung milik Hj Naisah merupakan titik awal terjadinya kebakaran,” terangnya.

Dari peristiwa yang sempat membuat panik warga setempat, tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai angka sekitar Rp300 juta.***

Penulis Acho Antara

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya milih hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saat itu juga ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab mengenal nama saya dengan sapaan Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Com dibawah naungan PT Media Sulawesi Barat, sebagai jembatan untuk menyalurkan informasi, edukasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. com jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah di Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!