Beranda SULAWESI BARAT Mamuju Polda Sulbar Perkuat Penegakan Hukum, Pelayanan Publik dan Kemitraan Bersama Masyarakat

Polda Sulbar Perkuat Penegakan Hukum, Pelayanan Publik dan Kemitraan Bersama Masyarakat

1

MAMUJU – Berbagai langkah strategis terus dilakukan Polda Sulawesi Barat bersama jajaran dalam memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Mulai dari pengungkapan kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi, peningkatan kesadaran berlalu lintas, hingga memperkuat kolaborasi dengan tokoh agama, seluruhnya menjadi bagian dari pelaksanaan tugas kepolisian sepanjang sepekan terakhir.

Salah satu capaian yang menjadi perhatian adalah pengungkapan dugaan penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi di wilayah Pasangkayu dan Polewali Mandar. Dalam penanganan kasus tersebut, aparat kepolisian mengamankan empat orang serta menyita barang bukti BBM bersubsidi sebanyak 3.567 liter.

Pengungkapan ini menjadi langkah kepolisian dalam mengawal distribusi energi bersubsidi agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Sebab, BBM bersubsidi merupakan hak masyarakat yang membutuhkan dukungan energi dengan harga terjangkau.

Di sektor lalu lintas, Polda Sulbar juga terus mendorong pelaksanaan Operasi Patuh Marano 2026 dengan mengedepankan pendekatan edukatif dan humanis. Kapolda Sulbar menegaskan bahwa keberhasilan operasi tidak semata-mata diukur dari banyaknya kendaraan yang ditindak atau jumlah tilang yang dikeluarkan.

Lebih dari itu, keberhasilan sesungguhnya terlihat dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, berkurangnya pelanggaran, serta menurunnya angka kecelakaan di jalan raya.

Penekanan tersebut menjadi gambaran bahwa tugas kepolisian tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga mengutamakan pencegahan melalui edukasi, sosialisasi, dan pelayanan yang mengedepankan keselamatan masyarakat.

Upaya membangun keamanan secara bersama juga diperkuat melalui sinergi Polda Sulbar dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Barat. Kolaborasi ini diarahkan untuk melibatkan tokoh agama dalam memberikan edukasi serta membangun kesadaran masyarakat terhadap berbagai persoalan sosial, termasuk bahaya penyalahgunaan narkoba, perjudian daring, radikalisme, dan gangguan kamtibmas lainnya.

Keterlibatan tokoh agama dinilai menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang aman dan kondusif. Sebab, menjaga keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat kepolisian, melainkan membutuhkan dukungan, kepedulian, dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.

Sementara itu, penguatan internal organisasi juga terus dilakukan melalui kegiatan analisa dan evaluasi yang dipimpin Wakapolda Sulbar. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memastikan program prioritas pimpinan berjalan sesuai arah kebijakan, sekaligus mendorong seluruh satuan kerja dan jajaran kewilayahan agar melaksanakan tugas secara terukur, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa pelaksanaan tugas kepolisian mencakup berbagai aspek, mulai dari penegakan hukum, pencegahan kejahatan, edukasi publik, hingga penguatan koordinasi dan pelayanan masyarakat.

Meski demikian, capaian kinerja kepolisian tidak cukup hanya dilihat dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan. Hasil nyata berupa pelayanan yang semakin mudah, penanganan laporan yang cepat, penegakan hukum yang profesional, serta situasi kamtibmas yang terjaga tetap menjadi ukuran penting dalam membangun kepercayaan masyarakat.

Karena itu, setiap program dan kegiatan perlu terus dievaluasi berdasarkan dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Transparansi informasi, keterbukaan terhadap kritik, serta konsistensi dalam memberikan pelayanan menjadi bagian penting dalam mewujudkan institusi kepolisian yang semakin dipercaya.

Pada akhirnya, semangat Polisi Bersama Masyarakat bukan sekadar slogan, melainkan harus diwujudkan melalui kehadiran personel di tengah masyarakat, kesediaan mendengarkan aspirasi, memberikan perlindungan, serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi warga.

Melalui penegakan hukum yang profesional, pencegahan yang partisipatif, serta pelayanan yang humanis, Polda Sulawesi Barat bersama seluruh jajaran terus berupaya menjaga stabilitas kamtibmas sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif bagi pembangunan di Sulawesi Barat.