oleh

Prof Husain Letakkan Batu Pertama Hari Ini, Kampus UNM Parepare Bakal Jadi Ikon Baru 

MAKASSARRektor UNM, Prof Dr Ir Husain Syam, MTP, IPU, ASEAN, Eng dijadwalkan akan meletakkan batu pertama pembangunan kampus baru UNM Parepare, Sabtu (31/7). Gedung ini memiliki desain unik dan bakal menjadi ikon baru Kota Parepare.

Kampus UNM Parepare dibangun di atas areal 3,3 hektare. Menurut Prof Husain, gedung baru ini dirancang dengan empat lantai. Satu lantai berada di bawah tanah.

“Gedung ini bisa menjadi ikon baru di Kota Parepare. Mungkin akan menjadi kampus pertama di Sulsel yang memiliki lantai bawah tanah,” kata Prof Husain.

Konstruksi gedung ini dikerjakan PT Bumi Permata Kendari dengan anggaran sebesar Rp25,5 miliar. Rencananya, gedung ini ditargetkan rampung akhir Desember 2021 mendatang.

Selain Rektor, para wakil rektor dan sejumlah dekan di UNM juga dijadwalkan hadir pada peletakan batu pertama kampus UNM Parepare ini. Pejabat pemerintah kota Parepare juga turut diundang hadir.

Kampus Parepare merupakan salah satu tempat kuliah mahasiswa Universitas Negeri Makassar yang berada di luar Makassar selain kampus Bone. Kampus UNM Parepare juga membina beberapa program studi dari sepuluh fakultas yang ada di UNM.

Semula UNM Parepare hanya membina program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Tetapi sejak era kepemimpinan Rektor Prof Husain Syam, kampus Parepare berkembang pesat dan membina lebih banyak program studi.***

 

Penulis Release Humas UNM

Tentang Penulis: Acho Ahmad

Gambar Gravatar
Pemilik nama lengkap Aco Ahmad Andi Hamid merupakan CEO Mediasulbar Group sekaligus Pendiri dan pemimpin Umum Kantor Berita Online mediasulbar.com kini tengah fokus merambah bisnis industri media dengan meningkatkan performa kualitas sajian berita aktual yang terjadi di daerah. Awalnya saya mencoba belajar jadi koresponden di stasion Metro TV untuk penugasan areal liputan Mamuju pada tahun 2004. Namun saat itu masih sebatas magang dan hanya mampu bertahan beberapa bulan saja. Selanjutnya saya hijrah ke kota Palu di tahun 2006, dan bekerja di koran Harian Mercusuar Sulteng. Seiring berjalannya waktu, tepat akhir tahun 2008, ajakan pulang kampung oleh bapak H Muhammad Saal (Mantan Wakil Bupati Kabupaten Pasangkayu) untuk mendirikan Koran Suara Sulbar yang berkedudukan di Rangas, Mamuju dengan posisi jabatan selaku Pemimpin Redaksi. Namun perusahaan koran ini rupanya usianya hanya setahun saja, sehingga saat itu pun saya cukup stress telah kehilangan pekerjaan. Ujian itu tidak berlangsung lama karena perum LKBN Antara Biro Sulselbar membuka lowongan kerja untuk klasifikasi wartawan. Sebelum mundur di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun sebetulnya lebih awal mendirikan media online Mediasulbar.com dibawah naungan PT Media Sulawesi Barat sejak tahun 2015. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..!!!