Rabu , Februari 26 2020
Home / Daerah / Proyek Ponakan Bupati Majene Disorot?

Proyek Ponakan Bupati Majene Disorot?

Makassar – Proyek rehab pembangunan asrama Ikatan Mahasiswa Mandar Majene Indonesia (IM3I), yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Sulawesi Selatan, kini kondisinya rusak lagi setelah setahun lalu dilakukan perbaikan.

Bupati Majene H. Fahmi Massiara saat meninjau Asrama mahasiswa di Makassar sebelum dilakukan rehab asrama IM3I. Foto:Dok fb IM3I

Proyek pembangunan asrama mahasiswa ini telah menghabiskan anggaran kisaran Rp179 juta yang diplot melalui APBD Tahun Anggaran 2018.

Konon proyek asrama ini dikerjakan langsung ponakan Bupati Majene, (AF).

Sayangnya, proyek yang dikerjakan keluarga dekat Bupati Majene ini, malah hasilnya sangat buruk dan mengecewakan.

Betapa Tidak, ketika hujan turun maka air merembes dari sejumlah bagian atap di aset milik Pemkab Majene itu. Mulai lantai dasar hingga lantai tingkat dua. Rembesan air membasahi beberapa sudut ruangan asrama.

Termasuk kayu papan yang dipakai di lantai dua juga mulai renggan akibat jenis kayu yang digunakan mungkin tidak berkualitas.

“Proyek itu dikerjakan asal asalan oleh rekanan. Tidak heran, jika kondisi gedung itu kembali rusak. Bisa Jadi, AF tidak memperhatikan bastek serta mengabaikan kualitas dengan mengejar keuntungan yang jauh besar, ” kata RH salah seorang sumber yang meminta identitasnya disembunyikan.

Bupati Majene ditengarai memberi akses besar kepada keluarga dekatnya untuk mengerjakan proyek. Jika itu benar, maka pelaksanaan rehab asrama ini telah terjadi praktek KKN (Kolusi Korupsi dan Nepotisme).

Karena itu, aparat penegak hukum Kejaksaan maupun Tipikor Polres untuk melakukan penyelidikan karena besar potensinya terjadi praktek Korupsi yang merugikan keuangan negara. Termasuk memeriksa AF selaku pihak yang dianggap paling bertanggunjawab atas buruknya hasil pembangunan asrama mahasiswa ini.

 

(Acho)

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti dengan serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saya ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab menyapa nama saya Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Co. Id, sebagai jembatan untuk mendapatkan informasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. Co. Id jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!