PSM Cari Bibit Ramang Muda di Mamuju

MAMUJU – Manajemen Persatuan Sepakbola Makassar (PSM) direncanakan akan menyambangi kota Mamuju tanggal 1-3 Desember 2017. Kedatangan penggawa PSM tidak lain untuk mencari bibit Ramang muda bertajuk seleksi pemain PSM usia 19 (U-19). Tak tanggung-tanggung, pelatih PSM asal Belanda Robert Rene Albert dipastikan hadir dalam seleksi itu. Selain Albert, bakal hadir pula mantan pemain PSM era 90-an diantaranya Bahar Muharram, Syamsuddin Bhatola, Imran Amirullah dan Herma Kadiaman.

Menyikapi kedatangan PSM itu, salah seorang pentolan PSM Febrianto Wijaya yang kini berkiprah di dunia politik sebagai legislator Kabupaten Mamuju, menyambut baik rencana manajemen PSM ke Bumi Manakarra itu.

Febrianto yang ditemui di kediamannya, Selasa (28/11/2017) menjelaskan, sebagai mantan pemain sepakbola, dirinya sangat bersyukur karena talent scouting (baca: pemandu bakat) PSM Makassar mau datang melihat potensi pemain muda yang ada di Mamuju Sulawesi Barat.

“Ini kebanggaan tersendiri pemain-pemain lokal Mamuju bisa bertemu langsung dan menimba ilmu sepakbola dari coach Albert.  Ini seperti mimpi bagi pesepakbola muda Mamuju bisa berkostum PSM,” tutur Febrianto.

Kata Anto sapaan akrab Febrianto Wijaya-, Mamuju telah menjelma menjadi tempat produksi pemain bola berkualitas dengan hadirnya Sekolah Sepak Bola (SSB) Mitra Manakarra dengan pembinaan kontinyu dengan menggunakan metode yang baik dan terukur. SSB Mitra Manakarra urai Anto, sudah melahirkan pemain handal seperti Maldini Pali, Ryan Fabregas dan Resky Fandi ke timnas.

“Bahkan ada beberapa pemain ke liga 1 dan 2 seperti Wahyu, Ryan Egy, Ririn, Lutfi, Suharto dan lainnya dalam kurung waktu 3 tahun terakhir ini,” ujarnya bernada bangga.

Selain itu lanjut Anto, SSB Mitra Manakarra juga berpartisipasi di event nasional seperti liga Danone U-12 di Jakarta, piala kemenpora U-16 di Sidoarjo, Blispi U-14 dan U-16 Magelang dan ke depan akan mengikuti Gothia cup U-14 di Blitar.

“Semoga ini menjadi motivasi talent scounting untuk melihat potensi pemain di Mamuju dan Sulbar pada umumnya,” ungkap Anto yang juga pernah melalang buana sebagai pemain sepakbola profesional di beberapa klub di Indonesia itu.

Melihat berjubelnya animo pemain muda Mamuju yang ingin ikut seleksi PSM U-19 urai Anto, pihaknya bersama manajemen lokal terpaksa harus melakukan pra seleksi di setiap kabupaten dan hasilnya kemudian dikumpulkan di Kabupaten Mamuju.

“Kami membuat metode pra seleksi di setiap kabupaten dan yang dinilai layak barulah dikumpulkan di Mamuju tanggal 1-3 Desember untuk langsung dinilai oleh coach Robert. Kami membuat metode begini agar seluruh atlet mempunyai kesempatan untuk membela PSM,” kilahnya.

Olehnya Anto meminta kepada pemain muda Mamuju Sulbar untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dengan cara menunjukan skill sepakbolanya. “Jangan sia-siakan kesempatan. Kesempatan sudah di depan mata untuk menjadi bagian dari pasukan Ramang. Ini kali pertama PSM mencari bakat sampai Sulbar, manfaatkan itu sebaik mungkin,” pungkasnya.(fathir)

Rekomendasi Berita

Back to top button