
MAJENE – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene menggelar simulasi gempa bumi yang diikuti ratusan pelajar tingkat SD hingga SMA di Kabupaten Majene, Kamis, (29/10/2026).

Kegiatan ini digelar sebagai upaya edukasi mitigasi bencana sejak dini, mengingat Kabupaten Majene merupakan wilayah yang rawan gempa bumi dan berada di jalur Sesar Palu-Koro.
Pantauan di lapangan, ratusan pelajar SMP Negeri 1 Majene tampak antusias mengikuti arahan petugas BPBD. Saat sirine tanda gempa dibunyikan, para pelajar langsung melakukan teknik *Drop, Cover, and Hold On* – berlindung di bawah meja, melindungi kepala, dan kemudian berlari berhamburan keluar kelas menuju titik kumpul yang aman.

Kepala Pelaksana BPBD Majene, Suardi,S.Ag,M.Pd , mengatakan simulasi ini sangat penting untuk membangun budaya sadar bencana di kalangan pelajar.
“Majene ini daerah rawan gempa. Kita tidak bisa mencegah gempa, tapi kita bisa mengurangi risikonya. Anak-anak harus tahu apa yang harus dilakukan saat 10 detik pertama gempa terjadi. Jangan panik, jangan berlari di dalam ruangan, lindungi kepala,” ujar Suardi.
Ia menjelaskan, simulasi kali ini melibatkan TRC dan relawan BPBD Majene. Selain simulasi evakuasi, pelajar juga diberikan materi tentang cara mengenali tanda-tanda gempa, jalur evakuasi, dan isi tas siaga bencana.
Salah seorang guru mengaku sangat terbantu dengan kegiatan ini. “Anak-anak jadi lebih paham, tidak panik. Selama ini kalau ada gempa kecil saja mereka langsung menjerit. Dengan simulasi ini mereka jadi lebih tertib,” ucapnya.
BPBD Majene berharap, dengan edukasi sejak dini, pelajar bisa menjadi agen mitigasi bencana di lingkungan keluarga dan masyarakat.
(Advertorial)




