Kamis , Oktober 29 2020
Home / Daerah / Real Mandar : Keterwakilan Kaum Millenial pada Pasangan AST-Aris

Real Mandar : Keterwakilan Kaum Millenial pada Pasangan AST-Aris

 

Majene – Calon Wakil Bupati Majene, Arismunandar Kalma Katta meluangkan waktunya untuk berdiskusi santai dengan timnya yang tergabung dalam Relawan Millenial Arismunandar (Real Mandar) di Villa Bogor, leppe Majene, rabu, 16 september 2020.

Sejumlah millenials dari berbagai latar profesi bertukar fikiran tentang arah pembangunan Majene kedepan. Aris menyebut, dalam era 4.0, kaum millenial harus terlibat aktif sebagai subyek, bukan hanya menjadi obyek pembangunan. “Semangat kaum muda adalah bagian penting dalam membangun suatu daerah”, ucap calon wakil bupati berusi 36 tahun itu.

 

Koordinator Relawan Millenial Arismunandar (Real Mandar), Muhammad Asri Samual, dalam pertemuan silaturahmi di Majene, Kamis, 16/9, mengatakan, isu yang dimainkan dalam pilkada ini harus rasional dan obyektif berdasarkan realitas sosial masyarakat Majene, sehingga masyarakat sebagai calon pemilih mendapatkan edukasi politik yang baik.

” Dalam mensosialisakan AST-Aris, edukasi politik adalah sebuah keniscayaan. Ini bertujuan untuk meminimalisir timbulnya konflik horizontal dan praktek money politic”, tandas asri.

Asri, menambahkan, hal lain yang paling penting untuk dikabarkan kepada seluruh kaum milenial Majene adalah, kontestan yang paling siap menghadapi era revolusi 4.0 hanya ada pada pasangan AST-Aris.

” Sekarang era 4.0, generasi millenial harus mampu berperan di segala lini, termasuk dalam penentuan kebijakan pembangunan daerah. Dalam pilkada Majene, keterwakilan kaum millenial hanya ada pada pasangan AST-Aris”, Tutupnya.***

Penulis: rex

Editor: Acho Antara

Produksi: by mediasulbar.com

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti dengan serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya milih hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saat itu ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab mengenal nama saya dengan sapaan Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Com dibaeah naingan PT Media Sulawesi Barat, sebagai jembatan untuk menyalurkan informasi, edukasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. Com jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah di Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!