Rencana Ismail Membangun Monument Transmigrasi di Mateng Bukan Gagasan Spontan

Mamuju – Rencana mantan penjabat bupati Karateker Mamuju Tengah (Mateng), Drs.H. Ismail Zainuddin, untuk membangun monument Transmigrasi bukanlah aksi spontanitas, tetapi itu telah dipikirkan dan direncankan saat dirinya menahkodai Bumi Lallatassisara ini.

“Ketika saya menjabat bupati di Mateng maka saat itu lahir ide untuk membangun monument Transmigrasi. Sejak itu, pemerintah di Mateng terus memperjuankan ke pemerintah pusat untuk mewujudkan rencana ini,” kata Ismail Zainuddin kepada mediasulbar.co.id di Mamuju, Minggu, 29/4.

Ide membangun monument Transmigrasi ini didasari karena wilayah hasil pemekaran kabupaten Mamuju ini, mayorita penduduknya adalah warga transmigrasi dan termasuk salah satu daerah di Indonesia yang berhasil menjalankan program transmigrasi.

“Sekitar 70 persen yang mendiami wilayah Mateng adalah warga transmigrasi. Warga disana telah membaur dan ikut membangun daerah yang kini dinahkodai bupati devinitif, H Aras Tammauni,” ucap Ismail yang juga salah satu calon anggota DPD RI untuk daerah pemilihan Sulbar.

Ismail menyebutkan, gagasan membangun monument transmigrasi saat itu belum ia tunaikan saat menjabat bupati jika harus membebani APBD yang masih fokus untuk belanja pegawai dan belanja untuk membangun infrastruktur perkantoran.

” Alhamdulillah daerah Mateng kini mulai tumbuh dan berkembang dan bahkan gedung kantor bupati pun telah terbangun. Ini yang harus diberikan apresiasi atas kepeminpinan Aras Tammanuni yang telah berjalan kurang lebih tiga tahun,” puji IZ sapaan akrab Ismail Zainuddin.

Patut berbangga karena tingkat kesejahteran pegawai di Mateng melalui pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang sangat memadai dibandingkan daerah lain.

“Pegawai di Mateng adalah satu satunya kabupaten di Sulbar yang memiliki tingkat kesejahteraan lebih bagus dibandingkan kabupaten lainnya,” tutup IZ. (acho)

Rekomendasi Berita

Back to top button