Kharismatik Rumah Camba, Rumah Perjuangan

Oleh Aco Antara

Andi Achmad Syukri Tammalele bersama Arismunandar Kalma ditetapkan sebagai pasangan Bupati dan Wakil Bupati Majene terpilih periode 2021-2026.

H. A. Achmad Syukri Tammalele, S.E., M.M. atau biasa dikenal AST adalah seorang birokrat tulen asal Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

AST merupakan salah satu pamong terbaik Majene yang lahir 2 November 1962 mengaku sejak dulu ingin menjadi bupati, namun saat itu hanya berpikir maju selaku calon wakil bupati Majene. Namun karena dukungan masyarakat begitu besar, akhirnya beliau memilih mundur sebagai Sekretaris Daerah Majene, untuk berlaga selaku calon bupati Majene  di Pilkada serentak 9 Desember 2020. Pengalaman gagal maju di Pilkada Mamuju Utara bersama Rahmat Sanpetoding  dan Pilkada Majene tahun 2010, bersama Hj Syaharia tak menyiutkan nyalinya.

Pada Pilkada 2020, pasangan Andi Achmad Syukri Tammalele dan Arismunandar diusung oleh partai Demokrat, PSI dan Hanura atau enam kursi saja dan tak gentar menghadapi kekuatan 19 kursi di parlemen.

Perjuangannya tidak sia-sia, pasangan nomor urut dua ini unggul di lima kecamatan dari delapan kecamatan dengan prosentase suara sebanyak 56,2% (56.784 suara).

Perjalanan panjang dalam proses maju hingga terpilihnya paslon dengan tagline “Majene Rumah Kita” ini tak boleh dilupakan. Keterlibatan pemilih, pendukung, partai politik, relawan hingga tim publikasi media tak boleh dicap sebelah mata dari sejarah Pilkada Majene 2020. Mereka punya peran dalam bidangnya, tak bisa diabaikan.

Kreativitas tim dalam berkampanye tatap muka ke masyarakat, kampanye melalui sosial media maupun kerja tim relawan sungguh memberikan efek besar. Demikian pula kerja pengelolaan isu media cetak maupun online. Dimana mereka mempu bekerja ikhlas untuk menyuarakan pasangan nomor urut dua. Kerja tim cukup jitu meningkatkan popularitas, kesukaan dan elektabilitas menuju hari pemungutan suara.

Rumah Camba yang menjadi kediaman AST setelah meletakkan jabatan Sekda termasuk salah satu titian rumah perjuangan tim. Bisa dikata Rumah Camba merupakan rumah inspirasi guna merancang strategi besar dalam perebutan tahta bagi rezim calon petahana kala itu. Sejak Ramadhan tahun lalu, tim mulai intens berkumpul, bertukar pikiran untuk memulai hal-hal terkecil.

Kharismatik Rumah Camba yang juga kediaman almarhum nenek dari Andi Achmad Syukri Tammalele, merupakan anak bangsawan yang pernah dinobatkan sebagai Maradia Totoli sebagai pemegang tahtah kerajaan pada abad ke XV (15) yang dijuluki Pa’bulu Roppe. Titisan darah inilah yang mengalir dalam diri Bupati Majene Terpilih Andi Achmad Syukri Tammalele yang juga cucu dari Karaeng Bonto-Bonto Labakkang, Andi Maruqdanni. Sementara tetesan darah dari ibunya adalah Maradia Banggae Andi Ramman Pattalolo dan Maraqdia Sendana, Bawanong kian melengkapi darah kepemimpinannya di Bumi Assamalewuang, Majene.

Masih segar dalam ingatan ketika momen Ramadhan. Kala itu, sejumlah kepala Lingkungan yang ada di Kecamatan Banggae dan Banggae Timur kompak mendeklarasikan dukungannya terhadap pasangan Ast-Aris. Video deklarasi kaling ini pun sempat viral dan cukup mengganggu konsentrasi tim petahana. Apalagi, suara lantang “Ganti Bupati” kerap dilontarkan oleh koordinator Relawan Kemanusiaan 86 yang dimotori Aslan Sideng.

Waktu pun terus bergerak, wabah pandemmi virus Corona mengakibatkan pilkada November akhirnya molor ke 9 Desember 2020. Dukungan pun terus mengalir dari tokoh tokoh masyarakat maupun eks kepala dinas yang ada di bumi Assamalewuang ini.

Diantara eks kepala dinas yang menopang pasangan Ast-Aris diantaranya Anwar Lazim, Abdul Qadir Tahir, Drs Syamsuddin, Aco Taswin, Mas’ud. Demikian pula tokoh masyarakat seperti Rusbi Hamid, Abdul Majid Jalaluddin, Darmansyah, Muh Yakub, M Isra Yusuf dan sejumlah beberapa pengurus yang tergabung dalam gerbong Relawan Keluarga.

Relawan keluarga yang dibentuk langsung mantan bupati Majene dua periode Kalma Katta, terus bergerak massif hingga tiba saatnya proses deklarasi koalisi partai politik pengusung Ast-Aris. Tokoh tokoh politik yang tergabung dalam gerbong koalisi diantaranya, Basri Mallilingan, Edwar, Andi Anggriani Tammalele, Rahmatullah, M Alwi, Faharuddin dan sejumlah tokoh politik lainnya.

Dikalangan pemuda juga terbentuk berbagai tim diantaranya Sahabat Ast-Aris, Real Mandar, Srikandi Merah Putih, Teman AST, RH Community, Kawan IJO, MacoA Group, Siola AST-Aris dan beberapa komunitas lainnya. Demikian pula hadirnya talenta muda eks Komisioner KPU Majene turut membantu kerja tim, namun ia tak leluasa lagi bergerak massif lantaran dipertengahan tahapan kampanye dinyatakan lolos seleksi Komisi Informasi Publik (KIP) Provinsi Sulawesi Barat. ****

Majene 19 April 2021

Aco Antara

Rekomendasi Berita

Back to top button