oleh

Sat Lantas Polres Pasangkayu Tindak 15 Pelanggar Saat Razia Di Jalan Trans Sulawesi.

PASANGKAYU – Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Pasangkayu menindak 15 Orang Pelanggar saat melakukan Razia di Jalan Trans Sulawesi Desa Karya Bersama. Rabu Siang (9/6/2021).

Ke 15 Pelanggar tersebut ditindak oleh Personil sat Lantas karena saat ditemukan mengendarai kendaraan bermotor tidak dilengkapi dengan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB), SIM dan Kendaraan berat yang memiliki muatan lebih (Over Dimension) sehingga dilakukan penindakan berupa tilang ditempat.

Kasat Lantas Pilres Pasangkayu AKP Jumanto Agung S.H saat di temui diruangannya mengatakan ” Razia yang kita laksanakan kali ini dengan sasaran kendaraan yang tidak memiliki TNKB, Pengendara yang belum dan tidak memiliki SIM serta Kendaraan berat yang memiliki muatan lebih atau Over Dimension sehingga dilakukan penyitaan Surat Kendaraan.

Pemeriksaan TNKB dilakukan untuk memudahkan bagi personil melakukan pelacakan identitas kendaraan apabila terjadi Laka Lantas dan untuk kendaraan yang Over Dimension dilakukan untuk menghindari jatuhnya korban laka.

“Kendaraan yang over sangat berbahaya karena sering terjadi muatan pada kendaraan itu jatuh dan bisa menimpa pengendara yang lewat. Termasuk operasi ini juga bagian untuk mengawasi pengendara dibawa umur yang belum layak mengendarai kendaraan maupun pengendara yang Surat Ijin Mengendarainya sudah kadaluarsa,” Ujar AKP Jumanto Agung.***

 

Penulis release

Tentang Penulis: Acho Ahmad

Gambar Gravatar
Pemilik nama lengkap Aco Ahmad Andi Hamid merupakan CEO Mediasulbar Group sekaligus Pendiri dan pemimpin Umum Kantor Berita Online mediasulbar.com kini tengah fokus merambah bisnis industri media dengan meningkatkan performa kualitas sajian berita aktual yang terjadi di daerah. Awalnya saya mencoba belajar jadi koresponden di stasion Metro TV untuk penugasan areal liputan Mamuju pada tahun 2004. Namun saat itu masih sebatas magang dan hanya mampu bertahan beberapa bulan saja. Selanjutnya saya hijrah ke kota Palu di tahun 2006, dan bekerja di koran Harian Mercusuar Sulteng. Seiring berjalannya waktu, tepat akhir tahun 2008, ajakan pulang kampung oleh bapak H Muhammad Saal (Mantan Wakil Bupati Kabupaten Pasangkayu) untuk mendirikan Koran Suara Sulbar yang berkedudukan di Rangas, Mamuju dengan posisi jabatan selaku Pemimpin Redaksi. Namun perusahaan koran ini rupanya usianya hanya setahun saja, sehingga saat itu pun saya cukup stress telah kehilangan pekerjaan. Ujian itu tidak berlangsung lama karena perum LKBN Antara Biro Sulselbar membuka lowongan kerja untuk klasifikasi wartawan. Sebelum mundur di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun sebetulnya lebih awal mendirikan media online Mediasulbar.com dibawah naungan PT Media Sulawesi Barat sejak tahun 2015. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..!!!