SDN 2 Deking Terancam Roboh, Kades lombong bantu Terpal.

Majene – Sembilan bulan lebih pasca gempa, Kondisi bangunan Sekolah Dasar Negeri 2 Deking Desa lombong Kecamatan Malunda, belum juga mendapatkan perhatian dari dinas terkait, hingga saat ini, terancam roboh.

Bangunan sekolah tersebut, tampak keretakan dimana mana, bahkan temboknya sudah berbentuk miring, dan bisa mengancam keselamatan guru dan siswa sampai hari ini.

Sejak beberapa bulan, para guru dan siswa, hanya bisa melaksanakan proses belajar mengajar di dalam tenda darurat atau terpal. Sehingga hal itu juga mengancam keselamatan siswa karena dekat dengan aliran sungai Deking jika sewaktu waktu hujan deras dan banjir.

Kepala desa lombong, Amiruddin, sangat prihatin dengan kondisi sekolah tersebut, dan meminta pihak sekolah memasukan proposal bantuan tenda ke pemerintah desa.

Penyerahan bantuan terpal ini diserahkan langsung oleh H. Amiruddin, kepada guru pendidik yang ada di sekolah pada Senin, 4 Oktober 2021.

Kades lombong menyampaikan bahwa bantuan tenda ini tidak seberapa, namun hal tersebut menurutnya sebagai wujud perhatian dan keprihatinan pemerintah desa terhadap para guru dan siswa yang masih perlu terpal sebagai ruang belajar sementara.

Dirinya berharap kepada dinas terkait, agar bisa secepatnya melalukan rekonstruksi dan rehabilitasi gedung sekolah ini karena sangat membahayakan jika sewaktu waktu ada lagi gempa susulan.

Karim, S.Pd selaku kepala sekolah SDN 2 Deking mengucapkan terima kasih kepada kepala desa lombong karena telah memberikan perhatian untuk sekolahnya berupa bantuan tenda.

Menurutnya, sampai hari ini, kondisi belajar mengajar masih dilakukan dibawah tenda darurat, olehnya itu, kebutuhan terpal masih sangat dibutuhkan, mengingat sebagian terpal yang ada sudah sangat lama dan tampak mulai bocor.

Karim berharap kepada Pemkab Majene, agar dapat memberikan perhatian secepatnya, sebab sampai sekarang, proses belajar mengajar disekolah masih dilaksanakan dibawah tenda darurat.

Menurutnya, jika terjadi hujan deras lalu banjir, secara otomatis proses kegiatan disekolah terhambat, sebab bangunan tenda berada dipinggir sungai.

Kami berharap agar dinas terkait bisa segera melakukan rehabilitasi gedung sekolah ini, mengingat kondisi bangunannya sudah mulai miring dan bisa roboh jika sewaktu waktu ada guncangan atau gempa.*”tutupnya.

Rekomendasi Berita

Back to top button