Selasa , September 22 2020
Home / Daerah / Sekda: Festival Rebana, Jadikan Motivasi Untuk Berkreasi

Sekda: Festival Rebana, Jadikan Motivasi Untuk Berkreasi

Majene – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Andi Sukri Tammalele menyampaikan kegiatan festival rebana hendaknya dijadikan motivasi untuk berkreasi.

Hal ini disampaikan Sekda Majene Andi Sukri Tammalele dalam acara penutupan festival Rebana yang berlangsung di gedung Assamallewuang, Majene, 18/11.

Sebanyak 25 kelompok Majelis Taklim se-Kabupaten Majene mengikuti lomba Festival Rebana yang digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Majene di Pelataran Boyang Assamalewuang.

Festival tersebut dimulai pada Sabtu malam (16/11) dan berakhir pada Senin malam (18/11).

Dalam lomba rebana tersebut, setiap kelompok terdiri dari 9 sampai 12 orang dengan membawakan dua lagu wajib yang ditetapkan panitia ditambah satu lagu pilihan peserta.

Andi Sukri menyampaikan penghargaan dan terima kasih Kepada peserta dan pantia yang ikut andil dalam acara ini.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Majene, Andi Beda Basharoe, mengatakan festival rebana tersebut masih merupakan rangkaian perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus melestarikan seni budaya Mandar yang bernuansa Islam.

“Festival rebana ini merupakan kegiatan yang pertama kali dilaksanakan. Selain memperingati Maulid Nabi Muhammad, kegiatan ini juga dilakukan untuk melestarikan seni kebudayaan Mandar yang bernuansa Islam.

Wakil Bupati Majene, Lukman, mengapresiasi terobosan Disbudpar Majene yang bisa menampilkan kegiatan yang tidak monoton dan penuh inovasi dalam kegiatan seni.

Ia berharap ke depannya, berbagai sektor di bidang seni dapat makin berkembang dan muncul ke permukaan serta terekspos sampai ke pusat atau tingkat nasional.

“Kegiatan seperti ini harus dilakukan untuk mengangkat seni budaya Mandar hingga muncul ke permukaan,” Kutanya. ***

Acho

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti dengan serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya milih hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saat itu ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab mengenal nama saya dengan sapaan Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Com dibaeah naingan PT Media Sulawesi Barat, sebagai jembatan untuk menyalurkan informasi, edukasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. Com jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah di Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!