Sekprov: Jangan Sampai Terjadi Penelantaran Pasien

Mamuju – Sekretaris Provinsi Sulawesi Barat, Ismail Zainuddin,  mengatakan jangan sampai terjadi penelantaran terhadap pasien sehingga hal itu akan menimbulkan persoalan serius.

“Kita tidak inginkan ada pasien yang terlantar karena ulah para dokter yang memilih mundur.  Kami tak bisa paksakan untuk bekerja kembali.  Tetapi ingat,  itu bisa berimplikasi adanya pelanggaran pidana jika ada yang kebratan, ” kata Sekprov Sulbar,  Ismail Zainuddin di Mamuju,  26/12.

Ismail mengatakan,  para dokter yang memilih mundur ini karena terlalu mencampuri urusan manajmen.  Akibatnya,  hubungan antara dokter dengan direktur menjadi tak harmonis.

Karena itu kata dia,  tidak akan lagi berharap para dokter kembali bekerja.  Tetapi pemerintah akan mencari solusi dengan cara mencari dokter lain yang memiliki komitmen kuat untuk mengabdi di daerah.

“Sudahlah, kita tidak perlu pusing dengan mereka yang memilih mundur.  Solusinya ya kita cari dokter lain, ” katanya.

Ia mengaku,  telah berkoordinasi dengan beberapa pihak untuk bisa mengisi kekosongan dokter yang konon telah bekerja di RS lainnya.

Sebetulnya kata dia,  aksi mundurnya para dokter ini berpotensi dilaporkan karena telah terikat kontrak kerjasama dan bahkan ada beberapa dokter yang disekolahkan oleh pemprov Sulbar.

Direktur RSUD Sulbar,  Andi Munassir menilai aksi mundurnya para dokter ini terkesan ada muatan lain.

“Tuntutan mereka hanya ingin mengganti posisi saya.  Tetapi alasan mereka juga tak mendasar, ” katanya.

Andi menyampaikan,  sebetulnya ada beberapa dokter yang mau masuk ke RSUD,  tetapi ada upaya penggembosan dari oknum tertentu bahwa manajmen RS regional tidak maksimal.

Direktur juga akan melaporkan ke Kementerian Kesehatan bagi dokter dokter PNS terkait perkembangan mundurnya para dokter tersebut. (ac1)

 

Rekomendasi Berita

Back to top button