Sekprov Sulbar: Sarjana Harus Punya Kompetensi, Jangan Cuma Andalkan Ijazah

MAJENE – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulawesi Barat, Dr.Muhammad Idris, DP kembali menekankan kepada para sarjana agar memiliki kompetensi atau keterampilan untuk menghadapi tantangan dimasa depan seiring telah memasuki era digitalisasi society.

“Jika para sarjana hanya mengandalkan ijazah untuk mendapatkan lapangan kerja, maka hal itu akan sulit bersaing bagi mereka yang punya kompetensi. Maka dari itu, jangan berhenti mendapatkan ilmu setelah menyelesaikan studi dibangku kuliah, tetapi kita harus siap dengan bekal keterampilan atau kompetensi sesuai dengan kebutuhan sekarang ini,” kata Sekprov Sulbar Muhammad Idris DP saat menyampaikan sambutannya dalam Acara Wisuda Program Sarjana ke-10, Rapat Terbuka Luar Biasa Senat Universitas Sulawesi Barat yang dilaksanakan di Aula Masjid Ilaikal Mashir, Rabu, 6/7/2021.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar, Rektor Unsulbar, Bupati Majene, Kepala Binda Sulbar, Asisten I Sekda Kab. Pasangkyu, Civitas Akademika Unsulbar dan para wisudawan.

Keluarga mahasiswa yang mengikuti kegiatan wisuda angkatan X Unsulbar di pelataran Masjid Ilaikal Mashir, Majene.

Pelaksanaan kegiatan tetap menjalankan protokol kesehatan dengan mencuci tangan sebelum memasuki ruangan wisuda, menjaga jarak dan menggunakan masker.

Sekprov menyebutkan, sangat bersyukur dengan kegiatan wisuda yang dilaksanakan oleh Universitas Negeri Sulbar (Unsulbar). Proses lahirnya Unsulbar sejalan dengan semangat perjuangan pembentukan provinsi Sulawesi Barat.

Karena itu, keberadaan Unsulbar yang berkedudukan di kabupaten Majene, hendaknya dimanfaatkan dengan baik agar kelak kampus ini melahirkan generasi muda intelektual dan memiliki kompetensi mumpuni yang dapat diandalkan.

“Para sarjana lulusan perguruan tinggi tak bisa lagi hanya mengandalkan ijazah dalam mencari pekerjaan. Para sarjana  harus memilki kompetensi dan keterampilan kerja yang baik sehingga dapat terserap pasar kerja dengan cepat,” katanya.

Sekprov mengatakan kesempatan kerja di dalam negeri sebenarnya masih terbuka bagi penagguran intelektual. Namun para sarjana dan lulusan diploma harus melengkapi kemampuannya dengan keterampilan dan kompetensi kerja sehingga bisa dengan mudah menentukan lapangan pekerjaan yang sesuai dengan bakat, minat dan keinginannya.

“Kesempatan kerja yang tersedia di berbagai bidang kerja dinilai belum mampu menyerap para alumni  diploma atau universitas secara optimal. Apalagi, jumlah atau kuota penerimaan CPNS  juga terbatas sehingga tidak memungkin sarjana pengangguran intelektual itu terakomodasi dalam rekruitment CPNS,” katanya.***

Penulis MS

Rekomendasi Berita

Back to top button