Sekprov Sulbar Usulkan Pembuatan Monumen Transmigrasi di Mateng

Segmen Khusus/ Advedtorial Dipersrmbahkan Dinas Transmigrasi Sulbar

Mamuju – Sekretaris Provinsi Sulawesi Barat, Drs.H.Ismail Zainuddin, mengusulkan ke pemerintah pusat untuk membangun monumen transmigrasi di wilayah Kabupaten Mamuju Tengah, sebagai simbol keberhasilan program transmigrasi di Indonesia.

” Saya usulkan kepada Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi untuk bisa membangun monumen transmigrasi di Mateng. Ini penting sebagai catatan sejarah bangsa akan keberhasilan program Trsnsmigrasi di tanah air,” kata Sekprov Sulbar dalam acara temu konsultasi pertanahan Dinas Trsnsmigrasi Sulbar di Mamuju, 23/4.

Mantan penjabat karateket Bupati Mateng ini menjelaskan, dua daerah di Sulbar menjadi kawasan pengembangan transmigrasi yakni di Kabupaten Pasangkayu dan kabupaten Mateng.
,” Dua daerah ini penduduknya 70 persen adalah warga transmigrasi. Jika orang ingin bertanya dimana daerah yang sukses menjalankan program transmigrasi maka jawabannya adalah di Mateng,” ucap Ismail.

Bahkan ia berkeinginan agar daerah Mateng tak perlu ada wilayah perkotaan. Lebih bagus wilayah itu tetap mengedepankan ciri pedesaan saja.
” Jika ingin membangun hotel cukup dibangun di desa. Estetika daerah Mateng yang ditonjolkan adalah pedesaan,” sarannya.

Hingga saat ini program transmigrasi yang dijalankan oleh pemerintah sudah berhasil menciptakan pertumbuhan ekonomi secara signifikan, khususnya luar pulau jawa.

Ismail menyebutkan, hingga saat ini program transmigrasi telah berhasil melahirkan 1.300 lebih desa mandiri di 383 ibukota kecamatan, dan dua  ibukota provinsi yakni Sulawesi Barat dan Kalimantan Utara.

“Itu semua asalnya dari daerah transmigran. Banyak orang sukses di Indonesia yang asalnya dari transmigran. Baik pejabat pemerintah, jenderal, polisi, TNI, gubernur. Banyak transmigran yang kesejahteraannya cukup makmur,” terangnya.

Tak hanya itu, Ismail juga mengungkapkan bahwa ada sebagian besar transmigran mampu memperoleh pendapatan hingga Rp 200-300 juta per tahun. Artinya, pendapatan transmigran sekitar lebih dari Rp20 juta per bulan. ( adv)

Rekomendasi Berita

Back to top button