Selamat Jalan Pak Yusri…..Jasamu Akan Kami Kenang

Mamuju — Sabtu, 30 Desember 2017, pukul 08.49 wita,  telepon genggam (Hp) saya berdering. Ternyata sebuah pesan,  melalui whatsapp dari sahabat saya Imanuddin, yang menuliskan pesan singkat.

 

“INNALILLAHI WAINNAILAIHI ROJIUN TELAH BERPULANG KERAHMUTULLAH KELUARGA KAMI PAK YUSRI MUIS TADI PAGI” begitu pesan WA,  wartawan majalah Suara Nusantara itu.

 

Sontak,  saya langsung kaget dan merasa tidak percaya,  atas kabar yang disampaikan tersebut.  Sebab,  menjelang magrib, semalam.  Saya, ketua IJS,  Irham Azis,  Bendahara IJS Yusuf Umar,  maupun anggota IJS lainnya,  Asriadi dan Iqbal Rauf masih sempat bercanda dengan Almarhum.

 

Tidak ada tanda-tanda bagi saya,  beliau akan menghadap sang Illahi Robbi,  secepat itu. Kemarin, Jumat 29/12/17, pukul 17.10, Kami masih sempat bercanda di RS mitra manakarra .  Bahkan,  dia bilang kondisinya sudah 98 persen sehat.  Saya sempat mengajak beliau lari di stadion.

 

Namun beliau menolak. “Sehat saja saya tidak bisa lari, apalagi saat sakit.  Tapi,  kondisi saya sudah membaik. Bahkan, 98 persen saya rasa ini, ” ucapnya,  seraya tertawa manis.

 

Ternyata senyuman itu,  yang diberikan kepada kami,  adalah senyuman manis terakhir.  Sebab,  kami harus terima jika Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD)  Kabupaten Mamuju ini meninggalkan kami untuk Selamanya.

 

Yusri Muis adalah sosok Ayahanda,  kakak, dan sahabat yang baik, semasa hidupnya. Bahkan, hampir tiap malam,  maupun siang hari,  beliau selalu mampir ke Sekertariat IJS,  di Jalan Andi Depu Mamuju, 2 bulan terakhir.

 

Bahkan,  Almarhum dalam kapasitas sebagai ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi)  Mamuju,  sempat 2 kali bekerja sama dengan IJS,  menggelar turnamen catur tingkat Sulbar maupun tingkat Kabupaten.

 

Selamat Jalan Ayahanda, kami di IJS tidak akan pernah melupakan jasa-jasamu. Ayahanda adalah salah seorang  yang memberikan kontribusi sehingga IJS bisa berdiri kokoh,  dan solid seperti sekarang ini.  Penyuka permainan catur ini,  bahkan di sebut Perdana Mentri di kalangan teman-teman di IJS.  Selamat Jalan Sang “Perdana Menteri” IJS.

 

“Ibarat dalam permainan Catur,  Almarhum Yusri Muis ini adalah seorang perdana menteri di IJS,  sehingga kami merasa sangat kehilangan saat beliau wafat.  Selamat Jalan Saudaraku, do’a kami menyertaimu.  Semoga,  di balaskan surga di sisi Allah SWT.  Amin… ” Ucap ketua IJS,  Irham Azis.

 

Kepergian almarhum Yusri Muis ini cukup mengejutkan,  apalagi teman teman yang ada di IJS.

 

Madih teringat jelas penyampaian almarhum,  Yusri Muis saat penutupan panitia turnamen catur di pantai Landi Rangas.

 

“IJS adalah sahabat dan bisa dijadikan teman.  Senang IJS adalah senang saya,  tapi susa saya bukan susahnya IJS, ” begitu kutipan sosok mendiang Yusri Muis.

 

Dewan etik IJS, Acho Ahmad pun merasa tak percaya karena dua malam lalu juga sempat bercanda sembari almarhum meminta maaf.

 

“Saya sempat dikerjain,  setiap aku bernanyi almarhum langsung beri uang seribu rupiah hingga nilainya cukup 10.000. Saat itu almarhum langsung menyampaikan maaf setelah berhasil kerjain saya, ” kata Acho.

 

Selamat jalan pak Yusri…Dedikasi mu akan kami kenang… Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan karena kita akan kembali kepangkuan Allah Swt…

 

Rekomendasi Berita

Back to top button