Siswa Daerah Terpencil di Majene Butuh Bantuan Buku


Majene – Kebanyakan siswa pelajar SD maupun SLTA di wilayah pedalaman ternyata sulit mendapatkan akses membaca untuk mendapatkan pembelajaran yang memadai. Begitu pun di wilayah Desa Paminggalan salah satu daerah terpencil yang berada di wilayah Kecamatan Sendana Kabupaten Majene.
“Tidak hanya akses yang sulit mendapatkan buku, di masyarakat di pedalaman juga tidak mampu membeli buku,” kata Hariani salah seorang Kepala SLTP Satap Paminggalan kepada mediasulbar.com, Jumat, 18/11/2025.
“Kami sangat menyadari bagaimana buku menjadi sangat berharga di pelosok yang kesulitan akses, dan hal inilah yang menjadi perhatian kami agar kelak anak anak kita yang di pedalaman bisa mendapatkan akses mendapatkan ilmu pengetahuan dari sederat karya ilmiah yang diterbitkan untuk generasi emas kita,” katanya.

Gerakan Literasi Sekolah
Gerakan Literasi Sekolah atau GLS adalah sebuah gerakan literasi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang merupakan bagian dari Gerakan Literasi Nasional. Pada gerakan ini, Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah mengambil peran pada peningkatan minat baca siswa, Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan berperan pada penerbitan buku pendukung bagi siswa yang berbasis kearifan lokal, dan Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan berperan melalui program Satu Guru Satu Buku.[1][2] Gerakan literasi sekolah merupakan salah satu bentuk kesadaran pemerintah akan pentingnya membangun budaya literasi dalam dunia pendidikan supaya tercipta budaya membaca dan menulis di lingkungan sekolah sebagai upaya terwujudnya long life education. Program ini dicanangkan dalam rangka menginisiasi Permendikbud No. 23 Tahun 2015 mengenai penumbuhan budi pekerti.

Advedtorial
