Selasa , September 22 2020
Home / Daerah / Standar Kelayakan Dipertanyakan, Sirkuit Arteri Mamuju Renggut Korban

Standar Kelayakan Dipertanyakan, Sirkuit Arteri Mamuju Renggut Korban

MAMUJU – Ajang Kejuaraan Daerah (Kekuasaan) Balap Motor Kapolresta Mamuhu Cup I, menyisakan duka mendalam setelah salah seorang pembalap, Ilham Pramudya (16), meninggal akibat terjatuh di lintasan sirkuit arteri Mamuju, yang berlangsung, Minggu, 29/12.

Pembalap Ilham Pramudya tercatat salah seorang siswa SMA Negeri 3 Majene. Korban tewas usai jatuh lalu ditabrak oleh pebalap lain. Insiden itu terjadi sekitar Pukul 15.15 Wita sore.

Korban mendalami pendarahan dari hidung serta telinga kiri korban. Kemudian luka-luka pada bagian dada.

Jenasah Ilham saat ini disemayamkan di rumah duku atau rumah orang tuanya di Saleppa Majene. Rencananya akan dikebumikan di Pekuburan Islam Saleppa, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, besok, Senin, (30/12.

Sirkuit arteri Mamuju Kapolresta Mamuju Cup I akhirnya menelan korban jiwa. Foto:dok

Untuk diketahui, Ilham Pramudya joki motor Fiz R yang tergabung dalam klub HAKS Majene. Jatuh saat memasuki race kedua final di kelas bebek standar formula lokal Sulbar 2 TAK.

Ilham ditabrak oleh M Fadly pebalap asal Mapilli Polman yang tergabung dalam klub balap Berkah Motor Mapilli saat jatuh dalam lintasan mengakibatkan pendarahan.

Sempat dilarikan ke RS Bhayangkara namun nyawanya tak tertolong akibat pendarahan serius di alami.

Kejadian inipun mendapatkan sorotan dari pencinta olahraga otomotiv di daerah Itu.

“Kita pertanyakan kondisi sirkuit yang rasanya tidak memperhatikan standar Layak. Security sepanjang lintasan kurang aman dan membahayakan pembalap. Ini tanggungjawab panitia pelaksana, ” kata Yusuf salah seorang warga Mamuju yang menyaksikan detik detik peristiwa nahas Itu.

Karena Itu kata dia, organisasi Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sulbar wajib untuk memperhatikan standar kelayakan sebelum even berlangsung. Jika Itu tidak dilakukan penilaian standar kelayakan maka IMI berpotensi lalai sehingga event ini merenggut nyawa pembalap. (Acho)

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti dengan serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya milih hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saat itu ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab mengenal nama saya dengan sapaan Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Com dibaeah naingan PT Media Sulawesi Barat, sebagai jembatan untuk menyalurkan informasi, edukasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. Com jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah di Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!