Sulbar Tersenyum, Sulbar Bahagia..Pilih Isra D Pramulya

Mamuju – Sulawesi Barat (disingkat Sulbar) adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di bagian barat Sulawesi. Pembentukan Provinsi Sulawesi Barat telah diperjuangkan sejak tahun 1960. Pada masa itu pulau Sulawesi terdapat 3 (tiga) Provinsi yakni Provinsi Sulawesi Selatan, Provinsi Sulawesi Tengah dan Provinsi Sulawesi Utara. Namun, pada tahun 1963 Pemekaran Provinsi di pulau Sulawesi oleh pemerintah pusat adalah pembentukan Provinsi Sulawesi Tenggara. Usulan pembentukan Provinsi Sulawesi Barat tidak disetujui Pemerintah Pusat.

Perjuangan pembentukan Provinsi Sulawesi Barat kembali menemukan momentumnya pada tahun 1999 pasca gerakan reformasi. Pembentukan Provinsi Baru di Indonesia seperti Terbentuknya Provinsi Banten, Provinsi Bangka Belitung dan Provinsi Gorontalo menjadi semangat gerakan perjuangan pembentukan provinsi Sulawesi Barat. Perjuangan panjang pembentukan Provinsi Sulawesi Barat akhirnya terwujud melalui upaya massif rakyat Mandar dengan didukung oleh Anggota DPR RI melalui usulan Hak Inisiatif Anggota DPR RI tentang Undang-Undang Pembentukan Daerah Otonom Baru. Tanggal 5 Oktober 2004Provinsi Sulawesi Barat Resmi terbentuk berdasarkan UU No. 26 Tahun 2004.

Kini, provinsi Sulbar telah menapaki usia 15 tahun dan telah mengalami kemajuan. Namun demikian, masih banyak saudara kita yang tidak mampu tersenyum karena harga sembakau yang meroket, masih banyak yg susah tersenyum karena listrik yang mahal dan sulit tersenyum karena petani mengalami gagal panen.
Karena itu, Isra D Pramulya yang memilih maju selaku calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dengan nomor urut 35 berkomitmen untuk mewujudkan masyarakat Sulbar yang sumbringah dan bahagia.

Saya memilih maju di DPD RI bukan sekedar untuk memburu jabatan, bukan sekedar mengisi waktu apalagi untuk menumpuk harta kekayaan. Saya bercita cita untuk menjadikan dan mengembalikan masyarakat Sulbar yang lebih tersenyum, bahagia dan lebih menawan,” ucap Isra.

Mantan Sekjen PB PMII periode 2003-2005 ini menyebutkan, provinsi Sulawesi “sebenarnya” adalah daerah yang kaya akan sumber daya manusia yang bermutu dan berkualitas. Tapi mengapa sampai sekarang rakyat Sulbar belum juga bisa bahagia?
Lebih lanjut, Isra menyatakan secara tegas bahwa  yang membuat negeri ini stagnan bukanlah orang jahat, melainkan orang baik yang diam dan mendiamkan. Banyak orang Sulbar yang memiliki intelektualiatas lebih, namun cenderung memilih diam dan membiarkan sistem yang berjalan, dan akhirnya banyak orang yang memanfaatkan sistem tersebut untuk kepentingan pribadinya.
“Banyak orang cerdas, tetapi moralitasnya sangat rendah sehingga praktek korupsi kerap terdengar divseantro negeri ini,” demikian pandangan Isra. (acho)

Rekomendasi Berita

Back to top button