Selasa , Maret 2 2021
Home / Daerah / Suwadi Idris: Sulbar Butuh Figur Ahli Ekonom

Suwadi Idris: Sulbar Butuh Figur Ahli Ekonom

Berbincang politik Bersama Direktur Indeks Politica Indonesia, Suwadi Idris Amir di RM Cilacap, Majene.

Majene – Direktur Eksekutif Indeks Politica Indonesia (IPI) Suwadi Idris Amir, menyebutkan bahwa daerah provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) sangat cocok menghadirkan figur ahli ekonom untuk mendorong percepatan pembangunan di daerah.

“Provinsi Sulawesi Barat merupakan wilayah potensial yang memiliki kekayaan alam cukup melimpah untuk bisa berkembang lebih pesat lagi. Namun demikian, dukungan potensi sumber daya alam tidak lah cukup tanpa hadirnya figur pemimpin yang lebih paham di sektor ekonomi,” kata Suwadi Idris Amir saat berdiskusi ringan di Cafe RM Cilacap Majene, Senin, 22/12/2020.

Syarkawi Rauf

Apalagi kata Suwadi Idris, letak geografis provinsi Sulawesi Barat yang juga daerah terdekat dengan Kalimantan Timur salah satu calon ibukota negara Indonesia, kian membuka peluang emas untuk mendorong perbaikan ekonomi di Sulbar.

Karena itu kata dia, masyarakat Sulbar mesti lebih cerdas mencari pemimpin saat gelaran pemilihan gubernur dan wakil gubernur yang dijadualkan di tahun 2022.

Saat ini terdapat beberapa deretan nama calon gubernur Sulawesi Barat mulai senter jadi perbincangan masyarakat pasca pilkada serentak 9 Desember 2020.

Syarkawi Rauf

Beberapa nama itu diantaranya Dr.H.Suhardi Duka (Anggota DPR RI), Ali Baal Masdar (Gubernur Sulbar), Agus Ambo Djiwa (Bupati Pasangkayu), Aras Tammauni (Bupati Mamuju Tengah), Ramlan Badawi (Bupati Mamasa), Andi Ibrahim Masdar (Bupati Polman), Kalma Katta (Anggota DPRD Sulbar), Hj. Andi Ruskati (Anggota DPR RI) dan termasuk sosok Syarkawi Rauf selaku mantan Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Republik Indonesia.

Karena itu kata Suwadi Idris, jika diantara figur diatas maka masyarakat Sulbar patut melihat sosok Syarkawi Rauf yang cukup gemilang di ibukota Jakarta.

“Pak Syarkawi merupakan talenta muda yang sangat membanggakan atas prestasi dalam mengatasi persoalan ekonomi bangsa. Beliau juga pernah menduduki jabatan penting selaku Ketua KPPU. Tak gampang menduduki jabatan strategis seperti itu. Itu sangat membanggakan bagi warga Mandar,” katanya.

Apalagi, Syarkawi juga punya jaringan pengusaha nasional tentu kelak bisa digiring untuk berinvestasi di Sulbar. Dengan demikian, daerah ini akan jauh berkembang bila mana diberikan kesempatan terhadap beliau untuk mengurus Sulbar dimasa depan.***

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya milih hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saat itu juga ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab mengenal nama saya dengan sapaan Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Com dibawah naungan PT Media Sulawesi Barat, sebagai jembatan untuk menyalurkan informasi, edukasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. com jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah di Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!