Kamis , Oktober 29 2020
Home / Daerah / Telusuri Jalur Ekstrim Peladoang, Rombongan Arismunandar Dapat Sambutan Hangat

Telusuri Jalur Ekstrim Peladoang, Rombongan Arismunandar Dapat Sambutan Hangat

Majene – Ratusan warga Dusun Peladoang, Desa Panggalo, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, menyambut hangat atas kunjungan silaturahmi bakal calon wakil bupati Majene, Arismunandar Kalma bersama rombongan yang ikut mendampingi ke salah satu dusun terpencil di wilayah itu.

Rombongan Arismunandar Kalma menuju Peladoang harus menyewa mobil jenis hartop karena kondisi jalan yang sangat sulit. Akses jalan beton yang menghubungkan Dusun Ratte Tarring kondisinya sudah rusak parah.

 

Akses jalan menuju tiga dusun di Panggalo itu, wajib menelusuri sungai dan tanjakan tinggi yang sangat ektrim, karena disisi badan jalan sempit ini ada bibir curam yang mengaga. Mungkin hanya pengemudi berpengalamanlah yang mampu menaklukkan jalan terjal diatas punggung gunung di salah satu desa terpencil di Kecamatan Ulumanda ini.

Jarak tempuh dari Ratte Tarring menuju dusun Peladoang dengan mobil Hartop ini sekitar dua jam saja. Rasa lelah ini terbayarkan sesaat tiba di dusun ini dengan cuaca agak dingin dan terpaan semilir angin yang berhembus dari arah kaki gunung.

Sebelum ke lokasi acara, ratusan warga langsung menyambut hangat atas kunjungan Arismunandar Kalma bersama rombongan. Apalagi, kungjungan ini juga bertepatan acara akad nikah oleh salah seorang kerabat aparat desa setempat, serta pelaksanaan khatam Al-Qur’an.

Uniknya, kegiatan khataman Al Qur’an lazimnya di jazirah tanah Mandar, anak yang khatam diarak dengan menunggangi kuda diiringi tabuhan rebana, tetapi di daerah ini cukup diarak atau dibopong oleh kerabatnya sendiri.

Dalam kesempatan itu, Arismunandar menyampaikan, pasangan Ast-Aris ikut berkompetisi di pilkada dengan menawarkan konsep pembangunan berbasis pemanfaatan potensi lokal.

“Kita ingin proses pembangunan lima tahun kedepan, dirasakan dan dinikmati langsung oleh masyarakat kita sendiri.
Dengan begitu, pelibatan pekerja lokal akan berdampak sistematis terhadap perluasan tenaga kerja yang pada akhirnya ikut berkontribusi di sektor ekonomi,” ucap Aris yang disambut gembira oleh warga setempat.***

Penulis: Acho Antara
Produksi : by media sulbar.com

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti dengan serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya milih hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saat itu ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab mengenal nama saya dengan sapaan Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Com dibaeah naingan PT Media Sulawesi Barat, sebagai jembatan untuk menyalurkan informasi, edukasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. Com jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah di Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!