oleh

Tes Cepat Positif, 16 Warga Pontanakayyang Mateng Tunggu Hasil Uji Laboratorium

MATENG, – Ketua Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Mamuju Tengah (Mateng), Rahmat meminta warga tidak khawatir berlebihan soal hasil pemeriksaan menggunakan alat tes diagnostik cepat untuk mendeteksi infeksi Virus Corona penyebab Covid-19.

“Kepada seluruh masyarakat Mamuju Tengah kami minta agar jangan terlalu takut berlebihan kalau ada positif menurut rapid test (tes cepat),” kata Rahmat. Selasa (14/4) dikutip dari laman Masalembo.com.

Rahmat menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan menggunakan alat tes diagnostik cepat merupakan hasil pemeriksaan sangat awal yang mesti ditindaklanjuti dengan pemeriksaan laboratorium lanjutan menggunakan metode reaksi rantai polimerase (Polymerase Chain Reaction/PCR) untuk memastikan bahwa seorang pasien positif terserang Covid-19.

Ia mengimbau warga Pontanakayyang  dan daerah lain di wilayah Kabupaten Mamuju Tengah tidak cepat panik dan bereaksi berlebihan ketika mengetahui hasil pemeriksaan menggunakan alat tes diagnostik cepat.

“Kita berharap seluruh masyarakat agar tetap siaga dan menjaga kesehatan tanpa panik berlebihan yang justeru bisa menurunkan imun tubuh kita,” katanya.

Sebelumnya, 16 warga di Desa Pontanakayyang, Kecamatan Budong budong, Kabupaten Mamuju Tengah dinyatakan positif setelah dilakukan tes menggunakan rapid tes.

Ke 16 warga tersebut merupakan orang yang pernah kontak dengan almahrumah yang meninggal karena positif Covid-19, sesuai dengan hasil swab.

Rencananya ke 16 warga tersebut akan kembali dilakukan tes swab dan akan di karantina mandiri. (Msl)

Tentang Penulis: Acho Ahmad

Gambar Gravatar
Pemilik nama lengkap Aco Ahmad Andi Hamid merupakan CEO Mediasulbar Group sekaligus Pendiri dan pemimpin Umum Kantor Berita Online mediasulbar.com kini tengah fokus merambah bisnis industri media dengan meningkatkan performa kualitas sajian berita aktual yang terjadi di daerah. Awalnya saya mencoba belajar jadi koresponden di stasion Metro TV untuk penugasan areal liputan Mamuju pada tahun 2004. Namun saat itu masih sebatas magang dan hanya mampu bertahan beberapa bulan saja. Selanjutnya saya hijrah ke kota Palu di tahun 2006, dan bekerja di koran Harian Mercusuar Sulteng. Seiring berjalannya waktu, tepat akhir tahun 2008, ajakan pulang kampung oleh bapak H Muhammad Saal (Mantan Wakil Bupati Kabupaten Pasangkayu) untuk mendirikan Koran Suara Sulbar yang berkedudukan di Rangas, Mamuju dengan posisi jabatan selaku Pemimpin Redaksi. Namun perusahaan koran ini rupanya usianya hanya setahun saja, sehingga saat itu pun saya cukup stress telah kehilangan pekerjaan. Ujian itu tidak berlangsung lama karena perum LKBN Antara Biro Sulselbar membuka lowongan kerja untuk klasifikasi wartawan. Sebelum mundur di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun sebetulnya lebih awal mendirikan media online Mediasulbar.com dibawah naungan PT Media Sulawesi Barat sejak tahun 2015. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..!!!