Minggu , Januari 24 2021
Home / Daerah / Tidak Kantongi Izin, Lomba Game Free Fire di Bubarkan Polisi

Tidak Kantongi Izin, Lomba Game Free Fire di Bubarkan Polisi

Majene – Kepolisian Resor Majene bersama Satpol PP membubarkan kegiatan Tournament Game Online Free Fire “Tj Fams Gaming Champions 2020” yang berlangsung di Gedung Assamalewuang Lingkungan Battayang, Kelurahan Banggae, Kecamatan Banggae Kabupaten Majene karena tidak mengantongi Izin, Senin (23/11/20).

Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Majene AKP Ujang Saputra yang memimpin langsung kegiatan pembubaran menyebutkan Lomba Game Free Fire, terpaksa kami bubarkan karena beberapa alasan yang pertama tidak ada ijin, yang kedua, didalamnya juga melanggar protokol kesehatan, tidak ada jarak makanya dibubarkan, tuturnya.

Selain itu, sesuai ketentuan yang berlaku setiap kegiatan yang jika mengundang keramaian, harusnya ada rekomendasi dari tim gugus tugas covid19. Bahkan izin dari pihak Polrespun tak ada, makanya dibubarkan.

“Intinya Harus ada izin keramaian dan betul-betul harus mematuhi prokes jika mengundang keramaian,” tegasnya.

Akibatnya seluruh panitia penyelenggara diambil keterangannya dan diberikan pembinaan di Polres Majene.

Menurut keterangan panitia, kegiatan tersebut dilaksanakan atas inisiatif anggota komunitas game online yang ada di Lingkungan Pangali – Ali “Tj Fams Gaming”, dan kegiatan tersebut tidak memiliki sponspor dari luar murni kegiatan dibiaya dari retribusi para peserta.

Tak hanya itu, pihaknya juga mengaku tidak tahu mekanisme perizinan yang ada. Hanya saja kegiatan ini telah disampaikan kepada kepala lingkungan setempat sehingga diberikan pembinaan dan bimbingan mengingat situasi pandemi Covid-19.

Peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut cukup banyak yaitu diikuti oleh 96 Tim, masing-masing Tim berganggotakan 4 orang dan berasal dari kota atau kabupaten berbeda seperti Kabupaten Majene dan Kabupaten Polman.

Hadiahpun cukup menggiurkan dengan rincian Juara 1 : Rp. 3.000.000, Juara 2 : Rp. 2.400.000, Juara 3 : Rp. 1.500.000, Juara 4-12 : Rp. 100.000 dan Mostkill : Rp. 200.000. Sementara itu peralatan yang digunakan cukup sederhana yaitu menggunakan Infocus dan Laptop

Jumlah pesertapun cukup banyak yaitu diikuti oleh 96 Tim masing-masing Tim berganggotakan 4 orang dan berasal dari kota atau kabupaten berbeda seperti Kabupaten Majene dan Kabupaten Polman.

Sedikitnya ada 14 orang yang diambil keterangannya terkait pelaksanaan kegiatan yang dianggap bertanggung jawab atas terselenggaranya kegiatan yang dimaksud.

Humas Polres Majene

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya milih hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saat itu juga ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab mengenal nama saya dengan sapaan Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Com dibawah naungan PT Media Sulawesi Barat, sebagai jembatan untuk menyalurkan informasi, edukasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. com jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah di Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!