TIM Ekspedisi Patriot ITS Surabaya Paparkan Hasil Penelitian di Kawasan Transmigrasi Pasangkayu

Pasangkayu, – Tim Ekspedisi Patriot Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang berkolaborasi dengan Kementrian Transmigrasi menjabarkan hasil penelitian selama 4 bulan (Agustus – Desember 2025) di Kawasan Transmigrasi Sarudu Baras, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat.
Kegiatan‘Ekspose Hasil Penelitian Tim Ekspedisi Patriot ITS ini menyasar Kawasan Transmigrasi Sarudu Baras UPT Tanjung Cina’. Hasil penelitian ini dipaparkan di hadapan pimpinan OPD,. Selain itu juga ada stakeholder lain, yaitu pengurus Desa Bambakoro, pengurus UPT Tanjung Cina, penyuluh perikanan, Camat Lariang, serta perwakilan warga transmigrasi.

Acara dibuka oleh Dr. Badaruddin, S.Pd., M.Si selaku Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Pasangkayu yang sekaligus memberi sambutan mewakili Bupati Kabupaten Pasangkayu. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula kantor Bupati Pasangkayu, Selasa, 2/12/2025,
Selain itu juga ada sambutan dari guru besar ITS, yaitu Prof. Dr. I Ketut Eddy Purnama, S.T., M.T. yang sekaligus memaparkan terkait program ekspedisi patriot. Dalam kegiatan Tim Eskpedisi Patriot (TE), Tim Tep 08 ITS, Tim TEP 34 ITS, dan Time TEP 47 ITS ditugaskan di Lokus Sarudu-Baras.
Di Kawasan Transmigrasi Sarudu Baras sendiri Tim Ekspedisi Patriot diarahkan oleh Pemerintah Pasangkayu untuk fokus pada Kawasan Transmigrasi yang masih dibina KemenTrans, yaitu: UPT Tanjung Cina yang berada di Desa Bambakoro, Kecamatan Lariang, Kabupaten Pasangkayu. Terdapat 3 tim dengan 3 kajian utama yang berbeda, yaitu:
1. Rekomendasi untuk evaluasi kawasan transmigrasi yang dipimpin oleh Prof. Dr. I Ketut Eddy Purnama, S.T., M.T. Tema ini akan melakukan evaluasi menyeluruh kawasan transmigrasi Meliputi aspek sosial, ekonomi, ekologi, infrastruktur, layanan dasar, dan dinamika kelembagaan lokal.
2. Desain pengembangan komoditas unggulan spesifik pada kawasan transmigrasi yang dipimpin oleh Dedet Candra Irawan, S.T., M.Eng., Ph.D. Tema ini akan mengidentifikasi dan merancang pengembangan komoditas unggulan spesifik kawasan, mencakup rantai nilai, potensi pasar, strategi hilirisasi, serta kelayakan ekonomi komoditas unggulan.
3. Desain model kolaborasi kelembagaan ekonomi kawasan transmigrasi yang dipimpin oleh Dr. Sri Yani Purwaningsih, S.Si., M.Si. Tema ini akan Menyusun desain model kolaborasi kelembagaan ekonomi yang mengintegrasikan BUMDes, koperasi, kelompok tani, korporasi masyarakat, serta aktor lokal lainnya untuk mendukung rantai nilai komoditas dan pertumbuhan ekonomi.
Pada kegiatan ini perwakilan anggota dari setiap tema melakukan pemaparan temuan serta rekomendasi selama melakukan penelitian. Para OPD dan stakeholder dapat memberikan saran dan masukan untuk pengembangan hasil penelitian. Pada acara ekspose, Tim Ekspedisi Patriot memaparkan pentingnya peningkatan kawasan transmigrasi UPT Tanjung Cina dengan memaksimalkan potensi lokal dan kolaborasi berbagai pihak di berbagai sektor, seperti sosial, ekonomi, ekologi, infrastruktur, layanan dasar, dan dinamika kelembagaan lokal.
“Semoga kerjasama dengan ITS tidak hanya berhenti di kawasan transmigrasi dan bidang perikanan -kelautan saja, tapi juga bisa ke bidang – bidang strategis lainnya. Hasil forum ini juga akan kami sampaikan ke Bapak Bupati untuk ditindalanjuti kerjasama dengan ITS untuk bidang-bidang lainnya,” ujar Pak oleh Dr. Badaruddin, S.Pd.,M.Si
“ITS juga memberikan kenang – kenang berupa teknologi alat untuk tambak warga transmigrasi yang semoga dapat bermanfaat untuk pengembangan budidaya udang di UPT Tanjung Cina,” ujar Pak Prof. Dr. I Ketut Eddy Purnama, S.T., M.T.
“Terimakasih kepada seluruh Tim Ekspedisi Patriot dari ITS Surabaya. Apa yang disampaikan akan menjadi masukan untuk seluruh dinas di Kabupaten Pasangkayu,” ujar Moh. Ikbal N. Pali selaku Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Transmigrasi Kabupaten Pasangkayu.
“Segenap warga transmigrasi berterimaha kepada Tim Eskpedisi Patriot, karena selama 4 bulan ini intens untuk menggali potensi dan mencari solusi dari permasalahan-permasalan di UPT. Tanjung Cina. Semoga hasil dari ekspose ini bisa ditindaklanjuti oleh Kementerian transmigrasi sebagai program pengembangan di UPT Tanjung Cina”, Pak Septian (Kepala UPT Tanjung Cina)
Semoga dengan adanya ekspose ini dapat menjadi dasar penguatan pengembangan UPT Tanjung Cina melalui peningkatan kapasitas masyarakat, optimalisasi potensi lokal, dan kolaborasi lintas-sektor. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan strategi pembangunan kawasan transmigrasi yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Penulis Release









